Marak Listing, Kapitalisasi Makin Kompetitif - Kuasai Tingkat Regional

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar modal domestik bisa meningkatkan daya saing kompetisi di regional. Alasannya, hal ini didukung kondisi ekonomi yang positif dan juga maraknya perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa tahun ini.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, semarak perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa akan mendongkrak nilai kapitalisasi pasar modal dan mampu bersaing di regional,”Peningkatan nilai kapitalisasi pasar didorong oleh kenaikan harga saham emiten yang ada dan emiten baru,”katanya di Jakarta, Rabu (29/5).

Dia mengungkapkan, saat ini nilai kapitalisasi di bursa sudah menembus Rp5.000 triliun atau sekitar US$ 510 miliar, sehingga di tahun mendatang pasar modal Indonesia dapat melampaui nilai kapitalisasi bursa saham Singapura. Bahkan dirinya menyakini, empat tahun kedepan nilai kapitalisasi pasar di BEI meningkat lebih dari lima kali.

Lanjutnya, peningkatan nilai kapitalisasi pasar modal domestik itu juga merupakan momentum bagi BEI untuk bersaing dengan bursa-bursa lain di kawasan ASEAN. Selain itu, penambahan saham baru diharapkan juga dapat menjadi koleksi tambahan bagi pemodal di bursa domestik sehingga menambah semarak transaksi saham.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad, pernah bilang, kapitalisasi pasar saham di BEI belum bisa mengungguli Singapura,”Dengan kapitaslisasi pasar yang terus meningkat, pasar modal kita hanya kalah oleh Singapura,”tandasnya.

Kendatipun demikian, dirinya mengakui, pasar modal dalam negeri sudah lebih besar dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. Oleh karena itu, pasar modal dalam negeri masih punya potensi besar dalam menguasai pasar modal regional. Hanya saja, menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 masih belum siap.

Saat ini kinerja emiten nasional semakin menunjukkan kinerja yang baik, sehingga investor asing maupun domestik terus mencoba menempatkan saham di emiten Indonesia, khususnya melalui sektor yang dianggap memiliki prospek baik. Namun kata Muliaman, saat ini investor nasional hanya berjumlah tidak lebih dari 400.000, dengan jumlah perusahaan yang sudah melakukan IPO (\"initial public offering\") sebanyak 150 perusahaan.

Jumlah tersebut menurut dia, jauh di bawah kapasitas yang seharusnya bisa dimiliiki oleh pasar modal nasional. Sebelumnya anggota Komisioner OJK yang juga Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengungkapkan, kinerja pasar modal Indonesia dinilai terbaik ketiga di kawasan Asia setelah Jepang dan Filipina. Dimana pertumbuhan indeks BEI juga tergolong tinggi dari sisi return, “Kinerja pasar modal kita masih lebih baik dibandingkan Asean, Asia, Asia Pasifik, dan Eropa. Kalau kita lihat return IHSG nomor tiga setelah Jepang dan Filipina,”tegasnya. (bani)

Related posts