Bangun Pabrik, Indofood Siapkan Modal Rp 7 Triliun - Agresif Kembangkan Bisnis Usaha

NERACA

Jakarta - Dalam rangka melebarkan sayap usahanya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) berencana membangun lima pabrik pengolahan kelapa sawit dan perluasan dua unit pabrik yang selama ini dimiliki perseroan. Maka untuk mendanai pembangunan pabrik tersebut perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 7 Triliun.

Kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Thomas Tjhie, belanja modal sebesar Rp 7 triliun akan digunakan sebanyak 40% untuk sektor agribisnis, Rp 2 triliun untuk Bogasari dan PT Indofood CBP berserta anak usahanya dan sisanya untuk perkuat distribusi, “Sebagian besar sumber dananya dari kas internal perusahaan,”ujarnya di Jakarta, Rabu (29/5).

Dia menuturkan, sampai dengan kuartal pertama tahun ini belanja modal yang telah direalisasikan sekitar 13%. Diakuinya, kuartal pertama tahun ini belum banyak belanja modal digunakan. Namun diyakininya, belanja modal akan lebih banyak pada kuartal II dan III.

Kemudian untuk pembangunan pabrik baru, perseroan berharap dua unit pabrik tersebut akan selesai di tahun ini dengan kapasitas produksi masing-masing pabrik sebesar 45 ton per jam dan 80 ton per jam. Sedangkan dua unit pabrik baru lainnya akan dibangun di tahun depan.

Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Anthoni Salim menjelaskan, ada tiga hal yang dilakukan perseroan untuk mencapai target. Pertama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi dapat tumbuh diatas 6%, “Pertumbuhan ekonomi yang positif ini, harus persiapkan ekspansi dari sekarang untuk menghadapi 10 tahun ke depan,”tegasnya.

Menurutnuya, jika tidak dilakukan sekarang akan tertinggal. Kedua, Indofood akan berinvestasi pada sektor yang dinilai kurang digarap pasar. Sedangkan yang ketiga akan melakukan akuisisi produk-produk yang belum ada. Dimana jika tidak ada di dalam negeri, pihak Indofood akan dicari di luar negeri.

Bagikan Dividen

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Indofood memutuskan untuk membagikan dividen. Disebutkan, dividen yang akan bagikan sebesar Rp 185 per saham atau sekitar 50% dari perolehan laba bersih di sepanjang tahun 2012. Rencananya dividen akan dibayarkan pada tanggal 2 Agustus mendatang.

Hal yang sama juga dilakukan anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang bakal membagikan dividen sebesar Rp186 per lembar saham. Dividen tersebut akan dibayarkan pada 31 Juli 2013. Disamping itu, hasil RUPST juga menyetujui perombakan direksi dengan pengunduran diri Wahjudi Prakarsa selaku Komisaris Independen Indofood yang berlaku efektif mulai tanggal 23 Mei 2013. Kemduian digantikan Hans Kartikahadi selaku Komisaris Independen baru .

Kata Anthoni, untuk mengantisipasi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan inflasi, perseroan lebih melakukan memperkuat efisiensi biaya ketimbang menaikkan harga. Sebagai informasi, tahun 2012 perseroan mencatatkan kenaikkan laba bersih 6% menjadi Rp 3,26 triliun dari laba bersih tahun sebelumnya Rp 3,08 triliun. Kenaikan laba bersih ini dapat tercapai berkat usaha Indofood menggenjot penjualan neto konsolidasi mencapai Rp 50,06 triliun atau meningkat 10,4% dari Rp 45,33 triliun di 2011.

Indofood memiliki 4 kelompok usaha strategis yang saling melengkapi, yang pertama produk konsumen bermerek (CBP) yang merupakan salah satu produsen makanan dalam kemasan. Bogasari, yang kegiatan usaha utamanya memproduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan ini didukung oleh unit perkapalan dan kemasan. Yang ketiga agribisnis, yang dijalankan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan PT PP London Sumatera Indonesia Tbk. Kegiatannya meliputi penelitian, pengembangan, pembibitan, pemuliaan, dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran minyak goreng. Selain itu grup ini juga melakukan pemuliaan dan pengolahan karet dan tebu. Teraksir distribusi, mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak usaha lainnya serta berbagai produk pihak ketiga. (nurul)

BERITA TERKAIT

Cari Mitra Strategis Anak Usaha - Medco Energi Percayakan JP Morgan

NERACA Jakarta – Guna memuluskan rencana PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melakukan sinergi antara Medco Power Indonesia dengan upstream…

Siapkan Capex Rp 620 Miliar - MIKA Tambah Empat Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus menambah rumah sakit baru. Emiten pengelola jaringan…

Kelas Menengah Bertambah - Hermina Optimis Raih Pendapatan Rp 3,6 Triliun

NERACA Jakarta –Berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,88% menjadi Rp 1,79 triliun dari priode yang sama tahun lalu Rp 1,51…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangkas Beban Utang - Waskita Karya Divestasi Bisnis Lima Ruas Tol

NERACA Jakarta – Besarnya beban utang yang ditanggung PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dalam ekspansi bisnis di jalan tol, menjadi…

Ubah Toko Jadi Lifestye Mall - Ramayana Pede Raih Pendapatan Rp 8,85 Triliun

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketatnya persaingan bisnis, PT Ramayana Lestari Santosa Tbk (RALS) sebagai emiten ritel…

Penuhi Kebutuhan Belanja Modal - Bank Permata Beri Pinjaman Anak Usaha TOWR

NERACA Jakarta –Danai kebutuhan belanja modal dan ekspansi bisnisnya, PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha PT Sarana Menara…