Saratoga Bidik Dana IPO Hingga Rp2,3 Triliun

Kamis, 30/05/2013

NERACA

Jakarta- PT Saratoga Investama Sedaya menargetkan perolehan dana dari hasil pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) senilai Rp1,8-Rp2,3 triliun dengan melepas 271-430 juta lembar saham. Rencananya, dana dari hasil IPO antara lain akan digunakan untuk meningkatkan nilai investasi dari tiga sektor yang digeluti perusahan."Dana ini akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi di tiga sektor utama perusahaan, yaitu produk dan jasa konsumen, sumber daya alam, dan infrastruktur,"kata Presiden Direktur Saratoga Sandiaga Uno di Jakarta, Rabu (29/5).

Dana tersebut, lanjut dia, juga akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Lintas Marga Sedaya melalui salah satu perusahaan yang dikelola perusahaan, PT Bhaskara Utama Sedaya. Pinjaman yang diberikan adalah sekitar US$8,3 juta dolar AS dan akan diberikan pada kuartal ketiga tahun ini. Termasuk untuk pelunasan utang entitas anak PT Saratoga Sentra Business sebesar US$ 50 juta dolar,

Selain itu, perusahaan juga akan menggunakan dana tersebut sebagai fasilitas pinjaman dari Bank Standard Chartered akan jatuh tempo pada Januari 2014. Sisanya, akan digunakan untuk membiayai pembelian saham tambahan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk yang dimiliki PT Rasi Unggul Bestari.

Menurutnya, pada tahun ini perusahaan masih akan fokus memacu pertumbuhan investasi secara organik dan anorganik. Termasuk melakukan peningkatan dalam segi operasional untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Hal ini tercermin dari pendapatan perusahaan-perusahaan investasi utama Saratoga, seperti Adaro dan Tower Bersama.

Hal lainnya yang upayakan yaitu dengan unlocking value, yaitu mendorong perusahaan-perusahaan investasi untuk melantai di bursa. Hal tersebut dimaksudkan untuk menambah modal agar perusahaan dapat terus berkembang secara dinamis dan agresif.

Hingga kini, kata dia, Saratoga mengelola sebanyak 17 perusahaan di Indonesia, termasuk PT Adaro Energy Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, dan PT Medco Power Indonesia. Dari 17 perusahaan yang dikelola tersebut, terdapat empat perusahaan yang sudah listing, termasuk PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dan PT Provident Agro Tbk.

Dalam pelaksanaan IPO ini, perusahaan menunjuk PT Deutsche Securities Indonesia dan PT UBS Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan dilakukan pada 25 Juni 2013.

Harga Saham

Direktur Utama PT Indo Premier Securities Moleonoto The mengatakan, perseroan akan melepaskan saham sebanyak-banyaknya 10-15% dari modal yang ditempatkan dan disetor dengan harga yang ditawarkan senilai Rp 6.100-7.800 per lembar saham.

Menurutnya, nilai saham perseroan tidak dihitung seperti perusahaan-perusahaan lain, yaitu menggunakan price earning ratio (PER), namun dihitung dari nett asset value (NAV). Pasalnya perseroan bukan merupakan perusahaan holding. Untuk menyukseskan penawaran sahamnya, perseroan akan melakukan roadshow ke Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan London.

Selain itu, pihaknya optimistis penawaran saham perusahaan akan dapat terserap investor, baik domestik maupun asing. Karena dengan beberapa sektor yang dikelola perusahaan, hal itu akan menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi di Saratoga,"Kita tawarkan tiga paket sebagai sumber investasi dari nilai Saratoga. Jadi investor harus mau berinvestasi diketiganya sehingga ini bisa juga memitigasi risiko,”ucapnya. (lia)