Saratoga Bidik Dana IPO Hingga Rp2,3 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Saratoga Investama Sedaya menargetkan perolehan dana dari hasil pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) senilai Rp1,8-Rp2,3 triliun dengan melepas 271-430 juta lembar saham. Rencananya, dana dari hasil IPO antara lain akan digunakan untuk meningkatkan nilai investasi dari tiga sektor yang digeluti perusahan.\"Dana ini akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi di tiga sektor utama perusahaan, yaitu produk dan jasa konsumen, sumber daya alam, dan infrastruktur,\"kata Presiden Direktur Saratoga Sandiaga Uno di Jakarta, Rabu (29/5).

Dana tersebut, lanjut dia, juga akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Lintas Marga Sedaya melalui salah satu perusahaan yang dikelola perusahaan, PT Bhaskara Utama Sedaya. Pinjaman yang diberikan adalah sekitar US$8,3 juta dolar AS dan akan diberikan pada kuartal ketiga tahun ini. Termasuk untuk pelunasan utang entitas anak PT Saratoga Sentra Business sebesar US$ 50 juta dolar,

Selain itu, perusahaan juga akan menggunakan dana tersebut sebagai fasilitas pinjaman dari Bank Standard Chartered akan jatuh tempo pada Januari 2014. Sisanya, akan digunakan untuk membiayai pembelian saham tambahan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk yang dimiliki PT Rasi Unggul Bestari.

Menurutnya, pada tahun ini perusahaan masih akan fokus memacu pertumbuhan investasi secara organik dan anorganik. Termasuk melakukan peningkatan dalam segi operasional untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Hal ini tercermin dari pendapatan perusahaan-perusahaan investasi utama Saratoga, seperti Adaro dan Tower Bersama.

Hal lainnya yang upayakan yaitu dengan unlocking value, yaitu mendorong perusahaan-perusahaan investasi untuk melantai di bursa. Hal tersebut dimaksudkan untuk menambah modal agar perusahaan dapat terus berkembang secara dinamis dan agresif.

Hingga kini, kata dia, Saratoga mengelola sebanyak 17 perusahaan di Indonesia, termasuk PT Adaro Energy Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, dan PT Medco Power Indonesia. Dari 17 perusahaan yang dikelola tersebut, terdapat empat perusahaan yang sudah listing, termasuk PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk dan PT Provident Agro Tbk.

Dalam pelaksanaan IPO ini, perusahaan menunjuk PT Deutsche Securities Indonesia dan PT UBS Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan dilakukan pada 25 Juni 2013.

Harga Saham

Direktur Utama PT Indo Premier Securities Moleonoto The mengatakan, perseroan akan melepaskan saham sebanyak-banyaknya 10-15% dari modal yang ditempatkan dan disetor dengan harga yang ditawarkan senilai Rp 6.100-7.800 per lembar saham.

Menurutnya, nilai saham perseroan tidak dihitung seperti perusahaan-perusahaan lain, yaitu menggunakan price earning ratio (PER), namun dihitung dari nett asset value (NAV). Pasalnya perseroan bukan merupakan perusahaan holding. Untuk menyukseskan penawaran sahamnya, perseroan akan melakukan roadshow ke Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan London.

Selain itu, pihaknya optimistis penawaran saham perusahaan akan dapat terserap investor, baik domestik maupun asing. Karena dengan beberapa sektor yang dikelola perusahaan, hal itu akan menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi di Saratoga,\"Kita tawarkan tiga paket sebagai sumber investasi dari nilai Saratoga. Jadi investor harus mau berinvestasi diketiganya sehingga ini bisa juga memitigasi risiko,”ucapnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Salurkan KPR Rp 300 Triliun - BTN Telah Biayai 5 Juta Masyarakat Indonesia

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Geliat Bisnis Jalan Tol - WTR Beri Pinjaman CCT Rp 206,57 Miliar

NERACA Jakarta- Dukung pengembangan bisnis di jalan tol, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road…

CJ CGV Restrukturisasi Saham di Graha Layar

NERACA Jakarta - CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Properti Penuh Tantangan - BTN Optimis Masih Ada Peluang Tumbuh 2020

NERACA Jakarta – Tahun depan, industri properti masih menemui tantangan seiring dengan ancaman perlambatan ekonomi nasional dan resesi ekonomi di…

PPRE Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20%

NERACA Jakarta –Tahun depan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) memproyeksikan raihan proyek baru akan tumbuh 20% dibanding tahun ini. Tercatt…

Berikan Layanan Nasabah Korporasi - Maybank Sediakan Cash Collection Solution

NERACA Jakarta – Guna meningkatkan layanan kepada nasabah korporasi, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memberikan cash collection solution,…