Bergerak Volatile, IHSG Menguat Terbatas

Kamis, 30/05/2013

NERACA

Jakarta – Pelemahan rupiah sebesar 22 poin menjadi Rp9.889 dibanding sebelumnya pada posisi Rp9.867 per dolar AS, tidak membuat sentimen negatif terhadap indek di Bursa Efek Indonesia. Buktinya, mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,458 poin (0,47%) ke level 5.200,693. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,624 poin (0,53%) ke level 876,192.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, penguatan indeks BEI kontras ditengah sentimen negatif pelemahan rupiah dan aksi jual investor, “IHSG bergerak sangat 'volatile' atau mudah berubah pada perdagangan Rabu, sebelum akhirnya ditutup menguat," katanya di Jakarta, Rabu (29/5).

Menurutnya, pergerakan indeks BEI masih dibayangi oleh ancaman depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan sentimen positif dari bursa global yang dipengaruhi beberapa data pendukung ekonomi yang naik.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih akan bergerak berfluktuasi ke depannya dengan kecenderungan menguat terbatas. Kata Purwoko, untuk kondisi saat ini, sebaiknya pemodal melakukan perdagangan jangka pendek pada saham yang memiliki likuiditas tinggi.

Sementara, analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, walaupun IHSG BEI telah menguat sejak dua hari lalu, secara keseluruhan tren pergerakannya masih relatif mendatar."Dalam kondisi tersebut lebih bijak untuk pelaku pasar menunggu atau masuk secara hati-hati,"tuturnya.

Pada perdagangan kemarin, hanya tiga dari sepuluh indeks sektoral yang jatuh ke zona merah. Sedangkan tujuh sektor lainnya menghijau, dipimpin sektor infrastruktur. Transaksi asing hingga hingga sore kemarin, tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 854 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 212.449 kali pada volume 6,966 miliar lembar saham senilai Rp 10,929 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan melonjak cukup tinggi akibat transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) senilai Rp 2,8 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker UBS Securities Indonesia (AK). Sentimen positif dari menguatnya Wall Street tidak diserap dengan baik oleh pasar saham regional yang bergerak mixed. Beberapa yang menguat pun poin yang dicetaknya tidak terlalu tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.900 ke Rp 56.500, Mayora (MYOR) naik Rp 1.500 ke Rp 36.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.200 ke Rp 31.000, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 800 ke Rp 11.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 350 ke Rp 10.350, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 ke Rp 7.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 12.900, dan OCBC NISP (NISP) turun Rp 200 ke Rp 1.340.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 11,537 poin (0,22%) ke level 5.187,772. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,617 poin (0,19%) ke level 873,185. Aksi jual masih banyak dilakukan oleh investor asing dengan memanfaatkan posisi IHSG yang sudah tinggi. Untungnya, indeks masih bisa bertahan di zona hijau.

Hanya tiga dari sepuluh indeks sektoral yang jatuh ke zona merah. Sedangkan tujuh sektor lainnya menghijau, dipimpin sektor infrastruktur. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 121.546 kali pada volume 4,221 miliar lembar saham senilai Rp 6,508 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 2.700 ke Rp 37.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1350 ke Rp 55.950, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 30.750, dan Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 400 ke Rp 16.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 700 ke Rp 10.000, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 350 ke Rp 12.350, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 32.800, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 10.000.

Penguatan indeks BEI juga terjadi diawal perdagangam, dimana indeks dibuka naik 13,19 poin atau 0,25% ke posisi 5.189,43, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,32 poin (0,38%) ke level 874,89, “Bursa Asia menguat, termasuk IHSG BEI karena didorong oleh membaiknya data-data ekonomi AS," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Menurutnya, dorongan penguatan juga datang dari sejumlah faktor seperti pernyataan bank sentral AS yang memastikan bahwa kebijakan akan tetap akomodatif untuk mendorong ekonomi. Meski demikian, lanjut dia, pelemahan nilai tukar rupiah dapat memberi sentimen negatif bagi pasar saham sehingga penguatannya diperkirakan sedikit tertahan.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono memproyeksikan IHSG BEI masih bergerak mudah berubah namun masih berpeluang menguat pada kisaran 5.137--5.193 poin. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 159,53 poin (0,70%) ke level 22.764,72, indeks Nikkei-225 turun 42,19 poin (0,29%) ke level 14.269,79, dan Straits Times menguat 1,16 poin (0,03%) ke posisi 3.407,66. (bani)