Tingkatkan Penjualan, Eastspring Gandeng ANZ - Distribusikan Empat Reksa Dana

NERACA

Jakarta - PT Eastspring Invesments Indonesia, anak usaha Prudential melakukan kerjasama dengan ANZ Indonesia untuk produk reksa dana Eastspring. Dalam kerjasama ini, ANZ akan mendistribusikan empat reksa dana kelolaan Eastpring Investmens Indonesia, dua diantaranya eksklusif dipasarkan ANZ. Dua reksa dana tersebut adalah reksa dana saham Eastpring Investment Value Discovery, dan reksa dana pendapatan tetap Eastpring Investments Yield Discovery.

Direktur Eastpring Invesments Indonesia Riki Frindos mengatakan, alasan Eastspring bekerjasama dengan ANZ karena ANZ memiliki jaringan yang luas, “Produk yang ditawarkan tersebut akan dipasarkan secara eksklusif oleh pihak ANZ,”katanya di Jakarta, Rabu (29/5).

Dia menuturkan, empat produk terbarunya termasuk dua reksa dana eksklusif untuk ANZ akan menambah return Easpring. Hanya saja, dirinya belum mau menyebutkan target return Eastsring, “Secara khusus kami sudah mengembangkan dua produk reksa dana yang inovatif dalam memenuhi kebutuhan nasabah ANZ, ini produk investasi yang memiliki strategi investasi dan alokasi aset yang bisa memberikan hasil maksimal sesuai dengan tujuan jangka panjang mereka,”ungkapnya.

Kedepan, lanjutnya, Eastspring akan meneliti untuk menciptakan produk baru lagi dengan melihat kebutuhan investasi masyarakat Indonesia. Kata Riki Frindos, dalam kerjasama, Eastspring tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan bank lain.“Kami tidak menutup kemungkinan untuk kerjasama dengan pihak bank yang lain ataupun menyiptakan produk reksa dana lagi. Namun saat ini kami akan fokus pada dua produk terbaru kami,”tandasnya.

Saham Bluechip

Menurut Chief Marketing Officer Eastspring Investment Anita Abdulkadir, produk reksa dana yang ditawarkan adalah pemilihan saham dari stock universe (sekumpulan saham) yang termasuk dalam 30 saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kedua, yakni mengalokasikan sebagian portofolio pada saham dengan tema tertentu (thematic) yang relevan dan dipercaya oleh Manajer Investasi akan membuka kesempatan hasil investasi yang terbaik, dan ketiga pengelolaan risiko yang holistic, “Untuk Eastpring Investment Yield Discovery adalah reksa dana pendapatan tetap yang sebagian kecil porsi portofolionya dapat berinvestasi pada saham untuk memberikan potensi imbal hasil,”ujarnya.

Nantinya, dana nasabah yang himpun dari produk reksa dana tersebut akan di alokasi pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dengan credit rating rata-rata AA. Selain itu, Eastspring juga akan fokus pada likuiditas portofolio dan penerapan risiko kredit yang prudent.

Sementara Direktur Ritel Banking ANZ, Anthony Soewandy mengatakan, kerjasama ANZ dengan Eastspring karena Eastspring pemain baru di dunia investasi dengan kemampuan cukup hebat dari pendahulunya, “Saat ini dana kelolanya saja sudah mencapai Rp 36,3 triliun pada akhir Maret tahun ini,”ungkapnya.

Dia menambahkan, produk yang berdominasi rupiah tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan produk investasi inovatif yang memberikan imbal hasil kompetitif untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah dan panjang. Disamping itu, produk-produk reksa dana yang ditawarkan juga memiliki inovasi yang sesuai dengan profil risiko dan juga tujuan investasi dari masing-masing investor. (bani)

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…

Jual Tanobel Sehat Nutrisi - CLEO Raup Dana Segar Rp 11 Miliar

NERACA Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengantungi dana segar senilai Rp11 miliar dari penjualan saham perseroan di PT…

Baznas Depok Himpun Dana Rp7,8 Miliar

Baznas Depok Himpun Dana Rp7,8 Miliar NERACA Depok - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok Jawa Barat berhasil menghimpun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…