Minyak RI Bakal Ludes 11 Tahun Lagi - Hanya Miliki Cadangan 3,74 Miliar Barel

NERACA

Jakarta – Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan bahwa hasil kajian yang dilakukan oleh pihaknya mengungkapkan bahwa cadangan minyak bumi (minyak fosil) Indonesia tinggal tersisa 11 tahun lagi. “Perkiraan kami, cadangan minyak akan habis dalam 11 tahun ke depan mengingat cadangan minyak yang semakin menipis,” ungkap Komaidi seperti yang dikutip Neraca, Selasa (28/5).

Menurut data lembaga ini, cadangan minyak per tahun 2011 hanya tersisa sekitar 3,74 miliar barel sementara produksi per tahunnya sekitar 358,890 juta barel. Itu artinya, cadangan minyak bumi nasional akan habis pada 11 tahun. Sementara untuk cadangan gas bumi, menurut catatan ReforMiner, masih sekitar 104,71 triliun standar feet kubik/Tera Standard Cubic Feet (TSCF) atau produksi pertahunnya yakni mencapai 471.507 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). \\\"Untuk cadangan energi fosil khusus gas bumi, diperkirakan masih akan tersedia hingga 31 tahun ke depan,\\\" katanya.

Kemudian untuk cadangan jenis energi fosil jenis batubara, ReforMiner Institute mencatat ada sebanyak 21.131,84 juta ton, dimana produksi per tahunnya yakni mencapai 353.387.341 ton. Khusus untuk batubara, lembaga kajian ini memprediksikan cadangan yang terkandung dalam bumi Indonesia masih akan ada hingga 59 tahun kedepan.

ReforMiner mencatat, posisi cadangan khusus minyak bumi Indonesia terhadap dunia saat ini menempati posisi 28 (2010). Posisi ini jauh berada di bawah Saudi Arabia yang berada di peringkat teratas dengan cadangan minyak bumi mencapai 264,50 miliar barel dan diposisi kedua ditempati Venezuela dengan nilai cadangan mencapai 211,20 miliar barel. Untuk posisi ketiga ditempati oleh Iran yang memiliki cadangan minyak mencapai 137,00 miliar barel dan disusul oleh Iraq dengan cadangan minyak sekitar 115,00 miliar barel.

Seterusnya ada negara-negara kaya lainnya, seperti Kuwait (cadangan minyak 101,50 miliar barel), United Arab Emirates (97,80 miliar barel), Russian Federaton (77,40 miliar barel), Libya (46,40 miliar barel), Kazakhstan (39,80 miliar barel), dan Nigeria berada di posisi ke 10 dengan nilai cadangan minyak mencapai 37,20 miliar barel. Selebihnya dari peringkat 11 hingga ke 28 (Indonesia) cadangan minyak dunia didominasi oleh negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Brunei Darussalam.

Cadangan Menipis

Senada dengan Komaidi, Kabag Humas SKK Migas Elan Biantoro menegaskan cadangan minyak di Indonesia tinggal 11 tahun lagi. Sebaliknya, cadangan gas masih melimpah dan bisa dimanfaatkan dalam tempo panjang. Sebab, berdasarkan catatan SKK Migas, cadangan gas masih bisa dimanfaatkan untuk tempo 44 tahun ke depan.

Menurutnya, dari total 231 kontraktor kontrak kerjasama (KKKS), produksi minyak nasional sekarang ini mencapai 840 ribu juta barel per hari. Sementara, cadangan minyak nasional mencapai 4,4 miliar barel. Sedangkan cadangan gas Indonesia diperkirakan mencapai 112,5 miliar kaki kubik dari total 1,7 triliun kaki kubik cadangan gas dunia. \\\"Sisa untuk mencukupi kebutuhannya minyak di Indonesia terpaksa harus mengimpor dari negara lain,\\\" ujar Elan.

Elan Biantoro mengatakan, kendati cadangan minyak di Tanah Air terbatas, namun rata-rata eksploitasi minyak mulai mengalami kenaikan. Ditargetkan mulai bulan April hingga Juni 2013, sesuai dengan bisnis plan-nya, ada kenaikan 1,6% produksi minyak nasional, karena beberapa KKKS telah melakukan eksploitasi. \\\"Untuk mengejar kekurangan produksi minyak, kami mulai fokus melakukan eksplorasi dan eksploitasi di kawasan Indonesia Timur, di antaranya ke Maluku dan Papua,\\\" tuturnya.

Alasan dipilihnya kawasan Indonesia Timur, tambah Elan, karena kawasan tersebut memiliki cekungan cukup banyak dan diperkirakan memiliki kandungan minyak dalam jumlah memadai. Menurutnya, ada sejumlah korporasi besar berskala internasional yang telah merambah kawasan Indonesia Timur untuk eksplorasi dan eksploitasi minyak. Operator besar itu di antaranya Chevron, Total, dan lainnya.

Selain fokus ke kawasan Indonesia Timur, kata Elan, SKKK Migas juga mengandalkan produksi lapangan Banyuurip di Kabupaten Bojonegoro, Jatim yang masuk dalam teritori migas Blok Cepu. Ditargetkan pada puncak produksi Blok Cepu sekitar dua tahun ke depan bisa mencapai 165 ribu barel per hari. Konstribusi produksi puncak Blok Cepu itu diharapkan mampu mendongkrak angka lifting minyak nasional tembus angka psikologis, yakni 1 juta barel per hari.

BERITA TERKAIT

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

Tingkatkan Kapasitas Produksi - Impack Anggarkan Capex Rp 188 Miliar

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tahun ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp 188…

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Akuakultur - KKP Lakukan Konsultasi Publik Aturan Usaha Pembudidayaan Ikan

NERACA Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakuan konsultasi publik terkait rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang…

Rekind Langgar Kontrak, PAU Tempuh Jalur Hukum

NERACA   Jakarta - PT Panca Amara Utama (PAU) membantah semua klaim sepihak dan tidak berdasarkan fakta yang disampaikan oleh…

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…