Awas, Obesitas Sebabkan Pria Disfungsi Ereksi

Pria yang mengalami obesitas, diabetes dan hipertensi berisiko dua kali lebih tinggi memiliki kadar hormon testosteron yang rendah, ini yang menyebabkan mengapa mereka mengalami Disfungsi Ereksi (DE). Di RSCM saja, tercatat sebanyak 40% pria penyandang diabetes mengalami DE.

Disfungsi ereksi merupakan masalah yang cukup kompleks bagi pria dan dapat menurunkan kualitas hidup. Risiko menderita DE meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia. Sekitar 15-25% pria yang berusia diatas 65 tahun mengalami masalah ini.

Angka ini akan semakin meningkat jika disertai dengan penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, jantung, penyakit paru kronis.

Namun masih banyak penderita DE enggan membicarakan serta mengkonsultasikan masalah ini kepada dokter. Beberapa alasan yang dikemukakan pasien DE antara lain gengsi, menganggap hal tersebut tabu untuk dibicarakan, seringkali pasangan tidak mengeluhkan karena dianggap wajar sejalan dengan usia lanjut.

Rendahnya pengetahuan masyarakat juga menjadi salah satu penyebab kurangnya minat untuk mengkonsultasikan gangguan ini. Sebagian masyarakat bahkan lebih suka membicarakannya di luar bidang medis. Faktor risiko dan penyebab DE yang merupakan hal penting untuk ditelaah sering terabaikan dalam pemeriksaan gangguan ini.

Disfungsi Ereksi (DE) didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mencapai, atau mempertahankan ereksi penis secara adekuat dalam kurun waktu 3 bulan terakhir untuk dapat melakukan hubungan seksual secara memuaskan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidakharmonisan dalam hubungan dengan pasangan.

“Selain itu juga dapat disebabkan oleh gangguan hormon laki-laki yang disebut testosteron. Faktor lain juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan atau kerusakan akibat trauma dan operasi di daerah perut dan prostat,” ujar Dr.dr.Nur Rasyid, SpU, urolog senior FKUI-RSCM.

Oleh karena itu, deteksi dini adanya DE pada penyandang diabetes sangat dianjurkan terutama pada usia produktif. Deteksi dini dilakukan untuk mengetahui permasalahan DE dengan jeli sehingga kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan.

“Pria dengan diabetes sangat dianjurkan mengontrol gula darahnya secara teratur, segera mencari pengobatan jika mengalami DE, menghindari pemakaian obat-obatan yang dapat menyebabkan DE serta menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok atau minum alkohol,” himbau dr.Yunir.

Related posts