BTN Gaet Generali Indonesia Layani Produk Bancassurance

Selasa, 28/05/2013
NERACA Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggandeng PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia untuk memberikan layanan atas produk bancassurance. Sebelumnya Bank BTN telah bekerjasama untuk produk sejenis dengan Zurich dan Jiwasraya. “Ini merupakan jawaban dari rencana bisnis yang sudah disiapkan sejak Bank BTN memberikan layanan prioritas dengan layanan lebih kepada nasabah setianya,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN, disela penandatanganan kerjasama bancassurance antara Bank BTN dengan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jakarta, Senin (27/5).

Menurut Maryono, produk bancassurance adalah pelengkap dari produk yang sudah ada dan dimiliki oleh Bank BTN. Tersedianya produk ini merupakan bagian yang harus dilakukan Bank BTN dalam menghadapi persaingan bisnis perbankan di Indonesia. “Sasaran utama atas produk ini adalah meningkatnya layanan, memperluas dan memberikan variasi produk perbankan yang ada di Bank BTN,” jelas dia. Selebihnya, imbuh Maryono, untuk meningkatnya usaha Bank BTN dari perolehan fee base income dengan dioperasikannya produk bancassurance. “Lewat kerjasama ini, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia juga mendapatkan sinergi untuk memperkokoh bisnis asuransi di Indonesia, khususnya produk proteksi kerjasama dengan perbankan Indonesia,” terang Maryono. Dia menambahkan, ruang lingkup perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Bank BTN dan PT Asuransi Jwa Generali Indonesia meliputi kerjasama pemasaran Produk Asuransi dalam berbagai bentuk dan tidak terbatas pada produk Asuransi Jiwa Berjangka, Asuransi Kecelakaan Diri dan Unit Link.

Maryono mengungkap, dalam memasarkan produk, nantinya akan dilakukan berdasarkan metoda pemasaran antara lain metode Referensi. Dalam metoda ini Bank BTN akan mereferensikan atau merekomendasikan suatu Produk Asuransi kepada Nasabah BTN, atau mereferensikan Nasabah BTN kepada GENERALI. Metode kedua adalah Distribusi, dalam metoda ini Bank BTN memasarkan produk secara langsung kepada Nasabah. Selanjutnya adalah Integrasi Produk, pola ini merupakan metoda pemasaran Produk Asuransi yang telah terintegrasi dengan produk bank kepada kepada Nasabah BTN.

Dalam kesempatan itu, Maryono juga mengungkap, saat ini layanan BTN Prioritas telah hadir di Jakarta Kuningan, Jakarta Harmoni, Kebon Jeruk, Kelapa Gading, Cawang, Melawai, Bekasi, Surabaya, Semarang, Makassar, Malang, Bandung, Bogor. Bank BTN akan terus meningkatkan jumlah Outlet BTN Prioritas ini. Layanan BTN Prioritas memiliki kelebihan dibanding dengan produk sejenis yang ditawarkan bank lain. Tidak ada biaya administrasi keanggotaan dalam layanan BTN Prioritas ini, sehingga nasabah Bank BTN yang masuk menjadi anggota BTN Prioritas tidak perlu khawatir saldonya akan berkurang.

Dengan hadirnya produk bancassurance, sambung Dia, diharapkan Bank BTN masuk pada kelompok bank komersial yang modern dengan produk dan layanan yang lebih lengkap dan beragam. Core business Bank BTN akan tetap sebagai housing finance di Indonesia. Sampai 31 Maret 2013, Bank BTN telah memiliki 3 Kantor Wilayah, 65 Kantor Cabang, 223 Kantor Cabang Pembantu, 479 Kantor Kas, 50 Unit Usaha Syariah, dan 2.922 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah memiliki 1.499 ATM yangtersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 40.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan kantor layanan prioritas sebanyak 13 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Pada posisi yang sama Bank BTN membukukan Asset sebesar Rp.120,178 Triliun atau tumbuh 31,60% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp.91,317 Triliun. Sementara dari sisi Kredit dan Pembiayaan mengalami pertumbuhan dari Rp.66,482 Triliun pada tahun 2012 menjadi Rp.88,511 Triliun pada 31 Maret 2013. Dana Pihak Ketiga Perseroan tumbuh dari Rp.64,692 Triliun pada tahun 2012 menjadi Rp.87,087 Triliun pada tahun 2013. Dana Phak Ketiga Bank BTN pada tahun 2013 pertumbuhannya mencapai 34,62%. Laba bersih Bank BTN Triwulan I 2013 tercatat sebesar Rp.334 Miliar atau tumbuh lebih baik dibanding posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp.313 Miliar. [kam]

Topik Terkait

bank btn generali