OJK Pastikan Tidak Pengaruhi Reksa Dana

Pengurangan Lot Saham

Selasa, 28/05/2013

NERACA

MEDAN – Polemik rencana PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyederhanaan besaran lot transaksi saham dari 500 lembar menjadi 100 lembar, diyakini tidak akan berdampak negatif terhadap transaksi ritel saham dan termasuk industri reksa dana.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pengurangan lot saham tidak pengaruhi investasi reksa dana dan justru mendorong pergerakan dana ke reksa dana makin besar, “Pengurangan lot saham tidak akan berdampak negatif ke bursa ritel dan termasuk reksa dana, “katanya di Medan, Senin (27/5).

Menurutnya, dengan semakin kecilnya modal yang dibutuhkan untuk membeli saham di bursa, maka akan semakin banyak masyarakat yang melirik investasi di pasar modal. Apalagi saat ini pertumbuhan kelas menengah di Indonesia terbilang cukup tinggi. “Dulu kan yang menikmati pasar modal hanya konglomerasi. Dengan dikecilkannya 1 lot transaksi menjadi 100 lembar, maka banyak orang dari kalangan masyarakat biasa yang kini bisa bertransaksi di bursa. Saya pikir ini justru baik untuk produk reksa dana pasar modal, yang memang disiapkan untuk pasar ritel,”ujarnya.

Lanjutnya, bisnis investasi reksa dana dipastikan tidak akan terganggu. Pasalnya, reksa dana dan saham masing-masing memiliki pangsa pasarnya sendiri dan saling mendukung satu sama lain, “Reksa dana itu kan sebenarnya bermain di bursa saham juga. Cuma bedanya, nasabahnya tidak ikut bertransaksi. Semua direncanakan oleh Perusahaan Manajer Investasinya. Nah masyarakat yang memang mau mengelola investasinya sendiri, mereka bisa masuk ke bursa. Toh modalnya semakin kecil,”tandasnya.

Kata Nurhaida, untuk yang belum memiliki pengetahuan bertransaksi, bisa ikut reksa dana dan bila nanti satu lotnya dikecilkan, maka pergerakan aktiva reksa dana juga akan semakin dinamis. OJK sendiri menurutnya, saat ini tengah menunggu finalisasi pembahasan penyederhanaan lot saham itu dari Bursa Efek Indonesia.

Nantinya, OJK menyerahkan sepenuhnya rencana penyederhanaan itu pada BEI dan akan siap memfasilitasi regulasi yang dibutuhkan BEI, untuk realisasi dan pelaksanaannya. Sebagai informasi, BEI tetap optimis kebijakan penurunan lot saham bakal terealisasi tahun ini. Bahkan BEI menargetkan semester dua tahun ini bisa diterapkan, “Targetnya pada semester dua, sistem ini diharapkan sudah dapat berjalan. Secepatnya ini harus sudah diterapkan,”kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito.

Menurutnya, secara prinsip pelaksanaan penurunan lot saham tidak ada masalah dan justru pihaknya harus menerapkan sistem kepada anggota perusahaan yang sebelumnya 500 perlot, menjadi 100 sehingga banyak sistem yang harus diperbaharui.

Dirinya mengungkapkan, kendala yang dihadapi dalam penerapan sistem ini adalah masalah waktu, karena ada 100 lebih anggota bursa dan tentunya memerlukan waktu. (bani)