Rekening Ponsel, Era Baru Branchless Banking Indonesia

Menjawab Kebutuhan Layanan Keuangan

Selasa, 28/05/2013

Ahmad Nabhani - NERACA

Jakarta - Kemajuan teknologi informasi makin memanjakan masyarakat karena memberikan kemudahan dalam menunjang berbagai aktivitas dan juga telah mempengaruhi prilaku masyarakat untuk instant. Maka seiring dengan kemajuan teknologi, industri perbankan dituntut untuk menyeimbangkan dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada nasabahnya. Pasalnya, prilaku konvensional yang terkesan lama dan ribet bakal ditinggal nasabahnya untuk beralih ke bank lain yang lebih canggih pelayanannya. Terlebih menyadari ketatnya persaingan industri perbankan, maka inovasi pelayanan dengan fasilitas kemudahan yang ditawarkan harus mengadopsi kecanggihan teknologi. Selain itu, pemanfaatkan teknologi juga seirama dengan semangat Bank Indonesia (BI) soal reguluasi branchless banking atau bank tanpa kantor cabang. Nantinya, industri perbankan akan menghadirkan branchless banking ketimbang membuka kantor cabang.

Bagaimana caranya, yaitu dengan pemanfaatan atau penggunaan teknologi untuk transaksi-transaksi keuangan. Asal tahu saja, branchless banking merupakan strategi distribusi untuk memberikan jasa keuangan tanpa mengandalkan keberadaan kantor cabang sebuah bank. Tanpa kantor cabang, andalannya adalah pemanfaatan informasi, komunikasi dan teknologi, yakni penggunaan telepon seluler (mobile banking), point of sale berupa alat gesek kartu yang terhubung dengan terminal atau menggunakan GPRS dan lainnya.

Transaksi bisa dilakukan melalui sistem teknologi telekomunikasi. Selain itu, transaksi juga bisa dilakukan di agen bank yang sudah memenuhi kriteria dan diakui legalitasnya oleh bank sentral. Disamping itu, gagasan branchless banking juga lahir sebagai bentuk efisiensi dari strategi ekspansi perbankan. Gagasan ini diyakini lebih efektif karena dari sisi biaya yang harus dikeluarkan lebih murah dibandingkan harus membuka kantor cabang.

Rekening Ponsel

Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan nasabah, jauh sebelumnya sudah di lakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan berbagai macam produk. Teranyar, Bank CIMB Niaga merilis layanan baru berupa Rekening Ponsel. Untuk layanan ini, CIMB Niaga mengklaim menjadi perbankan pertama yang meluncurkan produk mobile wallet ini di Indonesia. Dijelaskan, rekening ponsel merupakan fitur terbaru yang memungkinkan nomor ponsel sebagai nomor rekening.

Fitur tersebut memungkinkan transaksi umum perbankan dilakukan dengan menggunakan nomor ponsel seperti transfer dan tarik tunai. Keuntungan yang ditawarkan dari layanan ini, pemilik nomor rekening ponsel dapat melakukan tarik tunai di ATM tanpa menggunakan kartu ATM. Gimana tarik tunainya? Jadi rekening ponsel ini akan menjadikan nomor ponsel sebagai pengganti kartu ATM. Biasanya sebelum melakukan transaksi di ATM, nasabah akan memasukkan kartu ATM, namun pada rekening ponsel cukup memasukkan nomor rekening ponsel.

Kemudian passcode (semacam password sementara) akan dikirim ke nomor ponsel nasabah agar dapat melanjutkan transaksi. Selain itu, dari saldo yang tersedia dalam nomor rekening ponsel, nasabah dapat menarik uang tunai tanpa minimal saldo dalam nomor rekening ponsel tersebut. Jadi bila nasabah memiliki saldo Rp100.000 dalam rekening ponsel, bisa tarik habis uang tunai sejumlah Rp100.000 hingga tidak ada saldo yang tersisa dalam rekening ponsel tersebut.

Maka dengan keunggulan yang ditawarkan dari layanan rekening ponsel tersebut, PT Bank CIMB Niaga Tbk menargetkan satu juta pengguna rekening nomor telepon selular (ponsel) pada tahun ini. Dengan program ini, nasabah dapat mengirimkan dana ke nomer ponsel mana saja di Indonesia. “Rekening ponsel memenuhi kebutuhan orang-orang yang tidak memiliki rekening dan tentunya diharapkan mempermudah masyarakat melakukan transaksi perbankan tanpa batas, “kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid.

Menurutnya, nasabah tidak perlu membuka rekening di bank untuk bertransaksi melalui rekening ponsel. Karena nomor ponsel mereka yang menjadi nomor rekening. Maka diharapkan, nasabah maupun masyarakat yang belum menjadi nasabah bank bisa melakukan transfer dana gratis ke seluruh nomor ponsel di Indonesia. Saat ini ada sekitar 250 juta pemilik sim card di Indonesia. CIMB Niaga berharap tahun ini pengguna rekening ponsel mencapai satu juta. Fasilitas lain, rekening ponsel ini dapat menyimpan dana hingga Rp 5 juta. Dana tersebut bisa ditransfer kapan saja nomor ponsel lainnya tanpa biaya tambahan.

Menjangkau Nasabah

Arwin Rasyid menambahkan, perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp50 miliar untuk rekening ponsel. Nilai tersebut diyakini lebih murah ketimbang harus membuka kantor cabang di kota-kota besar yang nilainya tidak murah tetapi outputnya sama. Lanjutnya, hadirnya layanan rekening ponsel juga komitmen CIMB Niaga untuk mendukung program financial inclusion (keterjangkauan masyarakat atas layanan keuangan) yang dicanangkan Bank Indonesia (BI) dalam mengenalkan produk dan layanan perbankan secara luas kepada masyarakat. Dia menyebutkan, hingga saat ini jumlah penduduk yang punya rekening di bank hanya 60 juta orang dari 240 juta orang penduduk Indonesia. Sebanyak 120 juta orang masuk kategori layak, tetapi tidak punya rekening. Melalui produk tersebut, rekening ponsel dapat dipakai oleh pengguna ponsel sebagai nomor rekening.

"Melalui rekening ponsel, baik nasabah maupun masyarakat yang belum menjadi nasabah bank bisa melakukan transfer dana gratis ke seluruh nomor ponsel di Indonesia, membeli pulsa ponsel berbayar, pembayaran tagihan, bahkan menarik tunai tanpa menggunakan kartu ATM," ujarnya. Rekening ponsel, kata Arwin telah dirancang khusus untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Maka tidak perlu dikhawatirkan lagi soal keamanan. Kemudian penerima dana dapat menarik tunai hanya dengan mendaftarkan nomor ponselnya sekali saja di cabang CIMB Niaga terdekat.

Soal regulasinya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah dibuat dan diharapkan selesai sebelum OJK beroperasi 2014 mendatang, “Sejauh ini, masyarakat khususnya di pedesaan masih terbatas untuk mengakses produk finansial, dengan hadirnya rekening ponsel dimana setiap nomor telpon menjadi account member, maka tanpa harus ada kantor bank di satu daerah, akses ke perbankan tetap ada, sisa edukasi yang dilakukan,"kata Ketua Komisioner OJK Muliaman D Hadad*