Investor Perlu Ubah Pola Trading - Antisipasi Pull Back

NERACA

Jakarta- Bursa global termasuk bursa Indonesia diprediksi cenderung akan bergerak konsolidasi-sideways dan menurun untuk beberapa bulan ke depan. Investor dinilai perlu mengubah pola trading untuk mengantisipasi terjadinya pembalikan arah secara tiba-tiba yang akan mungkin terjadi, “Akan sulit mendapatkan IHSG bergerak naik tajam dalam satu hari perdagangan sehingga cukup bijak jika secara perlahan pola investasi berubah menjadi pola trading jangka pendek untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadi pull back,”kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang di Jakarta, Senin (27/5).

Menurutnya, indikasi tersebut terjadi karena dimulainya libur musim panas dan imbal hasil (yield) obligasi AS untuk tenor 10 tahun berada di atas 2%. Terlebih, hal itu terjadi di tengah berakhirnya laporan keuangan tahunan dan kuartal pertama 2013.

Dia memperkirakan, secara data mingguan, Indeks membentuk pola evening doji star yang mengindikasikan perlambatan aksi beli sepanjang pekan ini dalam rentang support 5078 dan resistent di level 5243. Namun, data bulanan membentuk pola five white soldiers yang mengindikasikan peluang kenaikan sepanjang bulan Juni dalam kisaran support 4958 dan resistent 5302.

Sejumlah data ekonomi AS yang perlu diperhatikan, lanjut dia, seperti S&P/Case-Shiller Home Price Index, Consumer Confidence, Richmond & Dallas Fed Manufacturing Index pada Selasa, GDP-annualized pada Rabu. Sementara untuk data yang akan dirilis Kamis yaitu Initial Jobless Claims, Core Personal Consumption Expenditure, Pending Home Sales dan Personal Income & Spending, Chicago Purchasing Manager, Univ of Michigan Confidence pada Jumat pekan ini.

Selain itu, perlu juga diperhatikan data-data ekonomi negara besar lainnya seperti China yang terkait Leading Index, Business Sentiment Indicators, dan Manufacturing PMI. Large Retail Sales, BOJ Kuroda Speech, Manufacturing PMI, CPI, Household Spending, Jobless Rate, Industrial Production, Housing Starts di Jepang dan Retail Sales, Unemployment Rate, Industrial Confidence di Zona Eropa

Dijelaskan Edwin, munculnya wacana penghentian paket stimulus The Fed $85 miliar per bulan dan pertentangan Gubernur BoJ dengan menteri keuangan Jepang, serta turunnya PMI China menjadi pendorong turunnya bursa regional sepanjang minggu kemarin. Penurunan yang terjadi antara lain Nikkei yang turun sebesar 525.67 poin atau sebesar 3.47%, HSI -464.01 poin atau -2.01% dan STI yang mengalami penurunan sebanyak 56.13 poin atau -1.63%. Kondisi ini juga mendorong kejatuhan harga beberapa komoditas seperti oil -1.95%, gold -1.61% dan nickel -0.11%.

Meskipun demikian, tajamnya kejatuhan bursa regional dan menurunnya PMI China, kata dia, tidak serta merta merontokkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru mengalami penguatan sebanyak 9.41 poin atau tumbuh sebesar 0.18%. Namun, tetap diiringi aksi jual (net sell) asing senilai Rp586,1 miliar sehingga selama 21 minggu total net buy asing turun menjadi Rp15,53 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Investor Jembo Tunaikan Kewajiban SCB - Bayar Senilai US$ 16 Juta

NERACA Jakarta – Perusahaan kabel, PT Jembo Cable Tbk (JECC) menyebutkan penyelesaian kontijensi antara perseroan dengan Standard Chartered Bank (SCB)…

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK NERACA Jakarta - Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) menilai keberadaan Komisi…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…