Pergerakan IHSG Masih Rawan Terkoreksi

Selasa, 28/05/2013

NERACA

Jakarta – Seperti sudah dipredikskan diawal, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ditutup melemah 69,957 poin (1,36%) ke level 5.085,136. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 16,780 poin (1,93%) ke level 852,859. Derasnya aksi ambil untung yang terjadi sejak pembukaan perdagangan hingga penutupan menjadi pemicunya.

Analis Kepala Riset PT Samuel Sekuritas, Muhammad Al Fatih mengatakan, aksi jual menghambat laju indeks BEI, “Kondisi indeks global yang sudah cukup tinggi dan berada di area jenuh beli membuat sentimen negatif sekecil apa pun bisa menjadi alasan bagi investor untuk melakukan aksi jual sehingga indeks BEI gagal melanjutkan kenaikan,”katanya di Jakarta, Senin (27/5).

Kekhawatiran akan dihentikannya program pelonggaran kuantitatif tahap tiga (QE3) oleh The Fed, menurut dia, juga menjadi salah satu faktor bursa global tertekan termasuk indeks BEI."Kondisi itu membuat investor keluar dari bursa dengan melepas portofolio sahamnya," kata dia.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengemukakan bahwa secara teknikal koreksi lebih lanjut dapat terjadi sehingga membawa indeks BEI ke target bawah di kisaran 5.064--5.020 poin."Bila hal tersebut terjadi, rekomen untuk melakukan transaksi di saham-saham unggulan,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih berada di zona yang sama dan investor perlu mewaspadai koreksi lebih dalam lagi. Berikutnya, beberapa saham yang layak di koleksi antara lain, Adhi Karya (ADHI), Alam Sutera (ASRI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Energy Mega Persada (ENRG).

Pada perdagangan kemarin, hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa jatuh ke zona merah, sektor aneka industri dan industri dasar jatuh paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen. Saham-saham lapis dua jadi target aksi jual. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 171.246 kali pada volume 5,264 miliar lembar saham senilai Rp 6,681 triliun. Sebanyak 98 saham naik, sisanya 169 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed menutup perdagangan awal pekan ini. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam di antara pasar saham Asia lainnya. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 1.200 ke Rp 10.000, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 500 ke Rp 16.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 54.100, dan Siantar Top (STTP) naik Rp 250 ke Rp 2.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 1.100 ke Rp 24.150, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 900 ke Rp 87.050, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 29.600, dan Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 31.500.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup anjlok 65,956 poin (1,28%) ke level 5.089,137. Sementara Indeks LQ45 jatuh 14,916 poin (1,72%) ke level 854,723. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah, sektor aneka industri dan industri dasar jatuh paling dalam dengan koreksi lebih dari dua persen. Saham-saham lapis dua jadi target aksi jual.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 97.255 kali pada volume 2,476 miliar lembar saham senilai Rp 2,758 triliun. Sebanyak 66 saham naik, sisanya 158 saham turun, dan 106 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 450 ke Rp 6.500, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 13.400, Siantar Top (STTP) naik Rp 250 ke Rp 2.000, dan Danayasa (SCBD) naik Rp 250 ke Rp 1.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 950 ke Rp 87.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 52.800, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 33.650, dan Indocement (INTP) turun Rp 750 ke Rp 24.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 9,92 poin atau 0,19% ke posisi 5.145,18, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,49 poin (0,29%) ke level 867,15, “Mayoritas bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka melemah seiring minimnya sentimen positif baru," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, kondisi itu mendorong pelaku pasar saham mengambil posisi ambil untung di beberapa sektor yang telah menguat di akhir pekan lalu. Karena itu, beberapa saham yang cenderung terkena aksi ambil untung oleh pelaku pasar diperkirakan adalah sektor properti, minyak sawit mentah (CPO) dan otomotif.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan pasar saham domestik masih dibayangi beberapa isu antara lain kekhawatiran terhadap pemotogan program kebijakan keuangan di AS untuk mendorong perekonomiannya. Tercatat, Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 6,08 poin (0,03%) ke level 22.624,75, indeks Nikkei-225 turun 410,53 poin (2,71%) ke level 14.215,74, dan Straits Times menguat 1,81 poin (0,08%) ke posisi 3.396,17. (bani)