Beda Baterai, Beda Perawatan

Baterai memiliki fungsi sangat penting yakni sebagai tempat menyimpannya energi tenaga listrik dan menyalurkannya ke perangkat elektronik agar bisa berfungsi. Untuk itu, jangan salah memilih serta merawatnya.

NERACA

Harus diakui, saat ini tidak banyak yang mengenal jenis-jenis baterai serta seperti apa fungsinya, padahal ini merupakan salah satu hal yang penting dalam menentukan atau memilih barang elektronik yang ingin kita beli. Dengan memilih jenis baterai yang tepat tentunya kita bisa mengerti cara merawatnya dan mengetahui juga seberapa kuat dan seberapa lama daya tahan baterai tersebut.

Soal perawatan, jenis-jenis baterai ini memiliki perlakuan berbeda-beda, seperti halnya daya tahan dan kekuatan baterainya yang juga bermacam-macam. Berikut ini adalah beberapa jenis baterai berikut kelebihan atau kelemahannya.

Lead-Acid

Jenis baterai ini terdiri dari larutan asam belerang (H2SO4) sebagai electrolyte digunakan di kapal, mobil golf, dan sebagai daya cadangan di berbagai gadget. Kelebihan lead-acid baterai ialah tingkat bahayanya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis lainnya, karena reaksi kimianya terjadi dalam temperatur ruangan. Dapat diandalkan dan harganya juga relatif murah. Kelemahan lead-acid baterai, energinya sekitar 40Wh/kgf, lebih rendah dari yang lainnya. Umurnya kurang tahan lama dan memerlukan waktu pengirisan kembali yang lebih lama.

NiCd

Baterai ini merupakan jenis tertua, paling tahan banting, namun berat dan volumenya paling besar. Baterai NiCd sangat rentan efek memori. Maksudnya, baterai hanya mengisi ke tingkat dimana baterai terakhir di-discharge, akibat proses akumulasi gas yang terperangkap dalam plat sel baterai. Cara terbaik untuk menghilangkan efek memori dan membuang sisa gas terperangkap adalah dengan melakukan \\\"burping\\\", atau mengkondisikannya. Maksudnya, menghabiskan seluruh isi baterai pada gadget hingga benar-benar mati dan melakukan re-charging. Selain itu kendati tidak dipakai, batere akan kehabisan seluruh dayanya setelah sekitar 90 hari.

NiMH

NiMH adalah baterai dengan generasi lebih unggul dibandingkan dengan teknologi NiCd karena tidak mengandung kadmium. Baterai ini juga memiliki kapasitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan baterai NiCd dengan ukuran dan berat yang sama. Baterai NiMH juga memiliki ‘efek memory’ . Baterai NiMH biasanya ditemui pada jenis ponsel mid to low.

Li-ion

Li-ionmenjadi baterai standar pada gadget masa kini. Dibandingkan baterai dengan bahan nikel, Li-Ion lebih efisien energi dan tidak memiliki efek memori, tetapi juga lebih mahal harganya. Namun baterai tipe ini tidak boleh dibuang sembarangan karena bisa meledak. Dibandingkan NiMH, siklus isi ulang baterai Li-ion lebih pendek setengahnya. Ada kelemahan lain. Jika daya baterai benar-benar habis dan voltase-nya turun di bawah ambang tertentu, kapasitas energi baterai Li-ion akan menciut secara permanen. Karena itulah baterai dirancang untuk mati jika dipasang setelah waktu tertentu. Biasanya, jika Anda punya gadget dengan batere bertipe isi ulang, tipe Li-Ion-lah yang dipakai.

Li-Po

Li-Po berasal dari lithium ion tetapi menggunakan elektrolit berbasis polimer gel. Karena itu namanya menjadi lithium ion poly. Baterai tipe ini lebih bandel (tidak mudah meledak) dibandingkan Li-ion standar, lebih ringan dan bisa dibentuk sesuka hati. Anda akan semakin sering menjumpainya sebagai pengganti lithium-ion di laptop dan gadget lain. Kelemahannya, baterai ini lebih cepat habis dibandingkan Li-ion biasa.

Li-Fe

Li-Fe merupakan perkembangan dari lithium ion yang menggantikan campuran oksida kobalt dalam li-ion. Tipe ini lebih kecil kemungkinannya meledak dan dapat melepaskan kapasitas dan terisi ulang sangat cepat. Namun sampai saat ini lithium iron phosphate masih mahal dan rumit pembuatannya. Baterai ini sudah digunakan di laptop OLPC XO dan mobil hibrida.

Related posts