Permintaan Mobil Mewah Bermesin Diesel Naik

Ditunjang Infrastruktur dan Pasokan Solar

Senin, 27/05/2013

NERACA

Jakarta - Permintaan pasar domestik terhadap mobil mewah bermesin diesel cenderung meningkat karena sejumlah keunggulan yang dimiliki serta kesiapan infrastruktur dan bahan bakar solar yang lebih baik untuk kendaraan kelas premium tersebut.

Rieva Muchsin, Chief Marketing Officer, PT Garansindo Inter Global, agen tunggal pemegang merek mobil Chrysler, Jeep dan Dodge, mengatakan kendaraan bermesin disel semakin diminati pelanggan dengan volume penjualan yang relatif terus meningkat.

"Permintaan pasar kendaraan premium bermesin disel cenderung terus tumbuh, walaupun angka peningkatannya tidak terlalu ekstrim," katanya.

Menurutnya, konsumen memilih kendaraan bermesin disel bukan semata-mata karena pertimbangan harga bahan bakarnya yaitu solar yang lebih murah. Tetapi, karena faktor kebiasaan dan rasa puasnya terhadap berbagai keunggulan yang dimiliki mobil tersebut.

Dia menjelaskan banyak orang terbiasa dengan mobil bermesin disel karena kelebihanya seperti kemudahan dalam perawatan, tidak harus berulang-ulang mengisi bahan bakar saat dalam perjalanan, serta ketangguhan dan kenyamanan untuk menempuh perjalanan panjang.

Sementara itu Suhartoko, Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina (Persero), mengatakan pihaknya merespon pertumbuhan jumlah kendaraan bermesin disel, baik kelas premium seperti Mercedes-Benz ML 250 CDI maupun Mitsubishi Pajero dari kelas menengahnya.

Untuk itu, lanjutnya, Pertamina mengantisipasi peluang pasar dengan memproduksi Pertamina Dex (Pertadex), bahan bakar minyak solar yang memenuhi kebutuhan kendaraan modern bermesin disel standar emisi Euro-4.

"Pertadex memiliki kandungan cetane minimum 53 sehingga mampu membuat mesin lebih bertenaga, irit, dan suara halus serta kandungan sulfur di bawah 300 ppm menyebabkan emisi gas buangnya lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, bahan bakar minyak disel Pertadex telah melampaui batas yang menjadi standar harus dipenuhi suatu produk solar yaitu kandungan sulfur maksimum 500 ppm, water content terbanyak 200 ppm dan particulate mater (jelaga) maksimal sebesar 100 ppm.

Dia mengatakan jaminan kualitas Pertadex dapat dilihat dari keputusan manajemen Mercedes-Bens Indonesia, produsen kendaraan premiun kelas dunia yang memilih Pertadex sebagai bahan bakar minyak resmi untuk mobil bermesin disel Mercedes-Bens ML-250 CDI.

Dengan semakin banyak mobil disel mengkonsumsi Pertadex, maka Pertamina optimistis permintaan pasar terus meningkat, dan hal itu diantisipasi dengan memperluas jaringan dispenser di 220 Stasiun Pengisan Bakar Umum (SPBU) menjadi 300 unit SPBU pada tahun ini.

Selain itu, jumlah 800 SPBU yang menjual Pertadex dalam kemasan rencana ditingkatkan menjadi 1.000 SPBU pada tahun ini. Adapun besaran harga Pertadex tergantung wilayahnya, untuk Jakarta, Banten dan Jawa Barat seharga Rp10.200 per liter atau Rp126.000 per dalam kemasan isi 10 liter.

Mobil Bekas

Di tempat berbeda,Herjanto Kosasih, dari Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua (WTC M2) memaparkan penjualan mobil bekas (mobkas) dengan mesin bervolume besar sepi peminat. Bahkan, banyaknya konsumen melepas mobilnya yang "rakus" bahan bakar sehingga membuat stok menumpuk. Akibat selanjutnya, banderolnya turun karena imbas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang sempat dicanangkan pemerintah.

Banyak konsumen menjual mobil mewahnya, sehingga stok unit mobil mewah bermesin besar membanjiri WTC M2. Mobil dengan mesin 2.4 liter ke atas sekarang ini stoknya sangat banyak. Herjanto mengungkap sejak awal Januari penjualan mobil mewah dengan mesin berkapasitas besar cenderung menurun atau kurang diminati.

“Banyak konsumen menjual mobil mewahnya sehingga stok unit mobil mewah bermesin besar membanjiri WTC M2. Mobil dengan mesin 2.4 liter ke atas sekarang ini stoknya sangat banyak,” jelas Herjanto. Sebaliknya, mobkas bermesin diesel justru banyak diburu konsumen dalam menanggapi rencana kenaikan harga BBM. "Pertimbangan konsumen, konsumsi bahan bakar kendaraan diesel lebih irit ketimbang mobil bermesin bensin," papar Herjanto.

Di sisi lain, tren penjualan mobkas di WTC M2 terus meningkat sepanjang kuartal pertama tahun ini. "Secara keseluruhan, sepanjang Januari-Maret 2012 sudah mencapai 7.100 unit atau naik 800 unit, tahun lalu hanya 6.300 unit," tutup Herjanto.