Jaya Konstruksi Tawarkan Harga Rp 1.350 persaham

NERACA

Jakarta - PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) akan melakukan penawaran umum terbatas/rights issue I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 326,17 juta saham dengan nilai nominal Rp100.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin. Disebutkan, harga pelaksanaan rights issue di kisaran Rp1.350-Rp1.800. Setiap pemegang saham yang memiliki sembilan saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 4 Juli 2013 mempunyai satu HMETD.

Rencananya, dana hasil penawaran umum terbatas antara lain digunakan untuk tambahan modal kerja ke anak usaha perseroan yaitu PT Jaya Beton Indonesia dan PT Jaya Trade Indonesia sebesar Rp50 miliar, dan sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan investasi pada anak-anak perusahaannya, melalui penyertaan, dan pinjaman yang selanjutnya digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur.

Apabila setelah alokasi dalam rights issue ini masih ada sisa saham, maka sisa saham yang tidak diambil bagian oleh para pemegang saham seluruhnya akan diambil oleh PT Indo Premier Securities dengan jumlah maksimum sebesar Rp500 miliar.

Jadwal pelaksanaan rights issue ini antara lain Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 Juni 2013, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 1 Juli 2013, pasar tunai pada 4 Juli 2013, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Juli 2013, pasar tunai pada 5 Juli 2013, pencatatan HMETD di bursa pada 8 Juli 2013.

Perseroan mencatatkan laba ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp181,33 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp134,93 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp4 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,2 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp2,55 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,20 triliun. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,54 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,34 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Tawarkan Utang untuk Rekonstruksi Bencana

      NERACA   Bali - Bank Dunia menyiapkan bantuan pinjaman sebesar satu miliar dolar AS untuk membantu Indonesia…

Polemik Harga BBM

  Oleh:  Sih Pambudhi Peneliti Intern Indef Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kurang dari satu…

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…