ESDM Tak Mau Gegabah

Wacana Kenaikan Elpiji

ESDM Tak Mau Gegabah

Jakarta---- Pemerintah tampaknya masih mempertimbangkan kenaikan harga elpiji 12 kg dan 50 kg yang diajukan oleh Pertamina. Alasanya pemerintah khawatir kenaikan dua jenis elpiji akan membuat migrasi ke elpiji 3 Kg. "Memang ada usulan ke kami tapi terus terang kami belum memutuskan, kami masih memperhitungkan segala-galanya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Evita Legowo di Jakarta,22/6

Menurut Evita, bukan tidak kenaikan ini membuat perbedaan harga elpiji makin besar antara 50 Kg, 12 Kg dan 3 Kg. “Karena nanti akan ada disparitas harga yang terlalu besar antara yang bersubsidi dengan yang non subsidi, sekarang pun sudah ada disparitas. Jadi kalau dinaikkan akan bertambah lebar disparitasnya," tambahnya.

Dikatakan Evita, kenaikan sekecil apapun terhadap dua jenis elpiji tersebut akan menjadi konsen Kementerian ESDM. Sebab kenaikan berapapun akan memberikan konsekuensi perbadaan harga yang sangat timpang antara elpiji 3 kg yang disubsidi dengan dua elipiji tersebut."Yang sekarang ini pun menurut saya masih terlalu tinggi, kalau ditambah lagi maka akan lebih tinggi lagi," ucap Evita.

Sementara itu VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochammad Harun ditempat yang sama mengatakan masalah usulan kenaikan ini masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS). Ia pun tak memungkiri jika pemerintah khususnya kementerian ESDM khawatir terhadap disparitas harga yang begitu tinggi jika elpiji 12 dan 50 kg dinaikan. "Tunggu RUPS soal yang 12 dan 50, dari sisi teknisnya memang kita sampaikan ke Bu Evita, beliau kan concern jangan sampai ada pergeseran dari 50, 12 kg ke 3 kg," kata Harun.

Harun mengatakan, dasar usulan kenaikan ini juga tidak terlepas dari upaya menambah jangkauan suplai elpiji kepada industri. Selama ini demand industri ditahan jadi 900.000 ton dari permintaan sesungguhnya 1,1 juta ton.**cahyo

BERITA TERKAIT

RAKER KOMISI VII DPR DENGAN MENTERI ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (kiri) berbincang dengan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) sebelum mengikuti…

Pembangunan Infrastruktur Tak Dijadikan “Dagangan Politik”

NERACA Jakarta-Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkapkan, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol hendaknya tidak dijadikan sebagai 'dagangan politik'. Sebab,…

Menkominfo - Pers di Indonesia Tak Akan Mati

Rudiantara Menkominfo Pers di Indonesia Tak Akan Mati Surabaya - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara optimistis pers di Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…