Nusantara Infrastructure Bidik Proyek Tol Balaraja

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Nusantara Infrastructure (META) mengaku tengah fokus mengejar dua proyek pembangunan jalan tol, yaitu untuk ruas Serpong-Balaraja dan juga Medan-Kualanamu. Pihaknya optimistis dapat mengikuti tender proyek tersebut, utamanya pada proyek pembangunan jalan tol di ruas Serpong-Balaraja yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.

“Untuk tender proyek jalan tol, yang paling cepat untuk ruas jalan tol Serpong-Balaraja karena direncanakan pelaksanaannya Juni ini. Sedang untuk jalan tol Medan-Kualanamu masih memerlukan waktu. Karena tender paling cepat ditawarkan pada September mendatang.” kata Direktur META Omar Danni Hasan, di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pihaknya sedang menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Rencananya, perseroan akan menggarap tol Balaraja sepanjang 30 km di tol Balaraja. Untuk tahap awal perseroan akan menggarap 10 km terlebih dahulu pada tahun 2014 dan diperkirakan akan selesai di tahun 2016 mendatang. Dalam proyek ini perseroan akan menggandeng BSD City untuk mempermudah pembebasan lahan dalam proyek tol ini.

Dalam upaya mengembangkan bisnis di area ini, pada tahun lalu perseroan telah melakukan restrukturisasi dengan pengalihan kekayaan perseroan berupa seluruh saham-saham milik perseroan di dalam PT Bintaro Serpong Damai (BSD), yaitu pengelola jalan tol ruas Bintaro, Serpong dan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) kepada PT Margautama Nusantara (MUN).

Langkah tersebut dimaksudkan untuk mengantarkan PT MUN sebagai induk perusahaan atas anak perusahaan perseroan yang bergerak dibidang pengelolaan jalan tol. Aksi ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi positif bagi perseroan. Dengan dibuatnya sub holding jalan tol tersebut, maka saat ini perseroan memiliki empat sub holding, yaitu jalan, pelabuhan, air dan hydro power.

Belanja Modal

Sementara itu, untuk mendukung kinerja perseroan, pihaknya mengganggarkan dana belanja modal sebesar Rp600 miliar pada tahun ini. Komposisi pendanaannya, sebesar 80% berasal dari pinjaman bank, dan sisanya berasal dari internal kas perseroan. Hingga kuartal pertama 2013, pihaknya telah menggunakan 10% dari dana tersebut untuk lini bisnis perusahaan.

Disebutkan Danni, anggaran belanja modal tersebut, yaitu sekitar Rp235 miliar akan digunakan perseroan untuk sektor energi dan sisanya digunakan untuk sektor listrik dan infrastruktur. Sementara untuk belanja modal sektor pembangkit listrik di Medan sebesar Rp62 miliar, peningkatan kapasitas pelabuhan sebanyak US$12 juta, lalu untuk jalan tol lingkar barat sebesar Rp125 miliar. “Ini untuk menyambung Penjaringan-Sudiarmo,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada tahun ini pihaknya tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2012. Meskipun pada tahun 2013 perseroan mencatatkan laba bersih menjadi Rp43 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp27 miliar. Alasannya, perseroan masih menutupi kerugian di tahun sebelumnya. “Semestinya perusahaan yang sudah mengalami keuntungan memberikan dividen, tahun lalu kita sudah meraih untung, tapi kita masih menutupi kerugian ditahun sebelumnya,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2012, pendapatan bersih konsolidasi keuangan perseroan pada 2012 mencapai Rp270 miliar atau meningkat 16,55% dari tahun sebelumnya sebesar Rp232,000 miliar sehingga meningkatkan laba bersih perseroan menjadi Rp43 miliar. Adapun jumlah pendapatan (beban) lain-lain menurun 46,27% dari Rp108,271 miliar menjadi Rp50,105 miliar.

(lia)

BERITA TERKAIT

Bidik Pertumbuhan Bisnis Double Digit - Acronis Gandeng Kerjasama Optima Solusindo

Perluas penetrasi pasar di Indonesia, Acronis sebuah perusahaan software yang bergerak di perlindungan keamanan siber menjalin kerjasama dengan PT Optima…

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

Tarif Tol Trans Jawa Bakal Turun - Mempertimbangkan Kontrak dan Investasi

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penurunan tarif tol…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…