Belum Sepakat Pakai Dana Negara

Soal RUU Fakir Miskin

Belum Sepakat Pakai Dana Negara

Jakarta---Pembahasan Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penanganan Fakir Miskin belum menemukan kesepakatan berapa besar dana APBN yang digunakan. “Ada 2,5%, 5%, 15%. Belum ada kata sepakat terkait anggaran," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ahmad Zainuddin kepada wartawan di Jakarta,22/6.

Namun, kata Ahmad, selain penggunaan dana APBN, ada pertimbagan juga menggunakan APBD dan dana CSR. Bahkan termasuk zakat. "Tetapi anggaran itu selain APBN, digunakan juga APBD, CSR, dana sosial keagamaan seperti zakat disalurkan untuk penanganan fakir miskin,” tambahnya.

Yang jelas, kata Ahmad, terkait kelembagaan ada beberapa alternatif antara lain lembaga di bawah menteri, lembaga struktural dan non struktural di bawah menteri, dan lembaga pemerintah non kementerian. "Rohnya sudah ketemu, tinggal dipakai ke mana. Hasil informal dibawa ke panja pekan depan," ungkapnya.

Diakui Ahmad, masalah kelembagaan pun sebenarnya belum menemukan formula tepat. "Kelembagaan masih harus dicarikan jalan tengah. Belum ketemu konsepnya, besok (hari ini, red) baru kita akan bahas secara informal," paparnya.

Menurut Zainuddin, apabila diterapkan seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau berbentuk lembaga pemerintah non departemen, sepertinya agak sulit. "Kementerian nggak mau ada lembaga di luar kementerian teknis dan itu sudah menjadi isu umum, karena akan membebani APBN. Kita akan mencari solusi jalan tengahnya," ujar politisi PKS ini.

Mengenai besaran anggaran untuk penanganan fakir miskin yang berasal dari APBN, dia menyatakan masih belum disepakati. "Usulannya ada yang 5 persen atau 2,5 persen, masih belum disepakati, nanti akan sekalian kita rumuskan," pungkas anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta I ini. **cahyo

BERITA TERKAIT

CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar - Luncurkan Dua Produk Dinfra

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah

Serapan Dana Ketahanan Pangan Sumsel Masih Rendah NERACA Palembang - Serapan dana ketahanan pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) terbilang masih…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Antisipasi Asumsi APBN 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah akan terus mengantisipasi pergerakan asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2018 agar…

Lebih Efisien, Kemenlu Siapkan Diplomasi Digital

  NERACA   Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyiapkan diplomasi digital untuk memudahkan proses diplomasi baik antar negera maupun…

Presiden Harap Pemangkasan PPH Dorong UMKM

      NERACA   Tangerang - Presiden Joko Widodo berharap pemangkasan pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil…