Sasaran Pembangunan Lima Tahunan

Di era Orde Baru, pemerintah mencanang Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang dimulai pada pertengahan 1969. Presiden Soeharto sudah merancang sampai lima Repelita pada Pembangunan Jangka Panjang 25 Tahun (PJP) Tahap I dan dua Repelita pada PJP II.

Namun, dua Repelita pada PJP II belum berhasil diselesaikan menyusul tumbangnya rezim Orba yang ditandai mundurnya Soeharto pada 21 Mei 1998.

Repelita I (1969/1970 - 1973/1974)

Titik beratnya pada stabilitas nasional (ekonomi dan politik) dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu titik beratnya adalah pembangunan sektor pertanian dan sektor lain penunjang sektor pertanian.

Repelita II (1974/1975 - 1978/1979)

Pertumbuhan berwawasan keadilan dengan melaksanakan Trilogi Pembangunan: a. pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh seluruh rakyat.b. Pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. c. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.

Harga minyak bumi yang sangat tinggi membawa dampak positif dalam proses pembangunan (1974) dan harga naik lagi tahun 1978-1979. Pertumbuhan ekonomi 7,5 % per tahun. Hambatan yang dihadapi adalah adanya resesi ekonomi dunia dan hambatan produksi pangan (1974-1975).

Repelita III (1979/1980 - 1983/1984)

Titik berat pembangunan adalah sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengelola bahan baku menjadi barang jadi. Tahun 1981 pertumbuhan ekonomi 7,9 %, tapi turun menjadi 2,2 % pada 1982.

Repelita IV (1984/1985 - 1988/1989)

Titik berat pembangunan sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan. Meningkatkan industri menghasilkan mesin- mesin industri sendiri (berat dan ringan). Harga minyak bumi turun, sumber APBN dari minyak bumi turun.Tahun 1984 swasembada beras. Deregulasi sektor keuangan dan mengurangi campur tangan pemerintah di sektor bisnis.

Repelita V (1989/1990-1993/1994)

Titik berat pembangunan adalah di sektor pertanian untuk memantapkan swasembada pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lainnya. Sedangkan di sektor industri, menghasilkan produk industri untuk ekspor, padat karya, agro industri, dan mesin industri. (saksono)

Related posts