Bersedia Mengajar Atau Dipecat - Program Direksi Mengajar

Jangan pelit berbagi ilmu. Seyogianya, berbagi pengetahuan akan memberikan value yang maksimal kepada si pemberi itu sendiri. Disadari atau tidak, ketika seseorang pelit dalam menyampaikan pengetahuan atau pun pengalaman yang dimilikinya, maka sesungguhnya orang itu telah menjadi bagian dari orang-orang yang menunda bahkan menghambat percepatan dan kemajuan limu pengetahuan.

Terlepas dari kesuksesan program Direksi Mengajar, rupanya ada beberapa Direksi yang tidak turut dalam program tersebut. Padahal Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mewajibkan para Direksi BUMN untuk memberikan ispirasi ditempat dulu mereka menggali ilmu demi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Selain dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Pendidikan Nasional, Dahlan mengingingkan agar para direksi dapat merasakan menjadi Guru melalui program Direksi Mengajar ini. Karena belum tentu Direksi perusahaan bisa mengajar seperti para Guru sekarang.

Sebagaimana diketahui, dari 700 Direksi BUMN yang tidak mengajar murid SMA di seluruh nusantara adalah Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar. Pada saat seluruh Direksi BUMN mengajar, Emirsyah Satar justru berada di Jakarta Convention Center (JCC).

Menanggapi sikap para direksi yang kurang mengindahkan program ini, Dahlan menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi. Menurut Dahlan, para Direksi BUMN yang tidak mengajar murid-murid SMA sama seperti kacang yang lupa dengan kulitnya. Untuk itu, lanjut dia, bagi para direksi yang tidak mengajar nantinya akan diminta mengajar kembali di periode kedua Direksi Mengajar.

\"Ya, akan diberikan sanksi. Maka dari itu, kalau yang tidak mengajar, dia harus mengajar di hari berikutnya. Pokoknya dalam tahun ini dia harus mengajar,\" kata Dahlan.

Sampai sejauh ini sanksi yang selalu dijatuhkan oleh Dahlan kepada Direksi BUMN yang tidak mematuhi kebijakannya adalah memecat dan mengganti dengan direksi baru.

Related posts