Mulai 2014, BTN Syariah Miliki Layanan Prioritas

Jumat, 24/05/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan meluncurkan layanan Prioritas untuk nasabah syariah mulai tahun 2014. Menurut Managing Director BTN, Irman A Zahirudin, salah satu kriteria nasabah prioritas adalah memiliki simpanan lebih dari Rp250 juta. "Saat ini total nasabah syariah yang memiliki simpanan di atas Rp250 juta lebih dari 1.000 nasabah. Itu jadi potensi untuk melahirkan program prioritas,” jelas Irman di Jakarta, Kamis (23/5). Irman menambahkan, nasabah BTN Prioritas untuk konvensional sudah hampir mencapai 4.000 orang. Dia menyebut, total aset BTN Syariah sudah lebih dari Rp9 triliun. "Sekitar 85% dari portofolio BTN Syariah di sektor perumahan. Sementara sisanya non housing," ujarnya. BTN Syariah, imbuh Irman, mengalami pertumbuhan bisnis lebih dari 30% dibanding posisi Maret 2012.

Mengenai perkembangan unit syariah di BTN, Irman mengatakan, pihaknya sedang merencanakan untuk dilakukan spin off atau pemisahan dari induk perusahaan BTN. "Jika sumberdaya manusia (SDM) dan kompetensi organisasi sudah siap, spin off akan kita lakukan, tetapi tidak tahun ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Irman juga mengungkap, BTN belum akan menaikkan suku bunga baik tabungan ataupun pinjaman sebagai antisipasi melonjaknya inflasi akibat kenaikan harga BBM Bersubsidi. “Kalau BI rate naik sebagai respon dari kenaikan BBM, maka mau tidak mau kita akan naikkan suku bunga tabungan,” kata Irman. Menurutnya, jika BI rate naik sebagai respon dari kenaikan harga BBM, maka pemilik dana di perbankan pasti meminta bank menaikkan suku bunga tabungannya.

"Kalau bunga tabungan naik, maka bunga pinjaman juga akan naik. Namun selama BI rate belum naik, kita tidak akan menaikkannya," terangnya. Irman memperkirakan BI rate juga tidak akan naik terlalu tinggi dari posisi sekarang 5,75%, sehingga suku bunga juga tidak akan naik secara signifikan. "Sekarang kan 5,75%, kalau naik pasti tidak banyak sehingga tidak akan berdampak besar terhadap kenaikan suku bunga bank," katanya. [kam]