Provident Agro Dapat Pinjaman Rp160 Miliar

Jumat, 24/05/2013

NERACA

Jakarta- PT Provident Agro Tbk (PALM) melalui anak usahanya, yaitu PT Saban Sawit Subur mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk sekitar Rp160 miliar. Rencananya, perusahaan akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk pembiayaan kembali (refinancing) kebun kelapa sawit PT Saban Sawit Subur seluas sekitar 2.900 hektar dari total sekitar 2.900 hektar yang berlokasi di Kalimantan Barat.

Informasi tersebut disampaikan Direktur PT Provident Agro Tbk, Devin Antonio dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (22/5/). Disebutkan, untuk refinancing tersebut, anak usaha perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman term loan 1 senilai Rp100 miliar. Selain itu, anak usaha perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman term loan 2 senilai Rp60 miliar. Dana pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan pengembangan kebun kelapa sawit seluas 300 hektar dari total seluas 3.200 hektar.

Kedua pinjaman ini berjangka waktu fasilitas pinjaman ini tujuh tahun dan dapat diperpanjang satu tahun. Dalam pinjaman ini, perusahaan memberikan jaminan berupa fidusia atas barang persediaan dan hak tanggungan atas sertifikat HGU seluas 3.200 hektar atas kedua fasilitas pinjaman tersebut. Saat ini anak usaha perseroan sedang mengurus hak tanggungan atas sertifikat HGU ini, dan selesai selambat-lambatnya pada Desember 2013.

Sementara itu, dalam rencana pengembangan bisnis perseroan sendiri, Pada tahun ini perseroan akan membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru. Rencananya, pabrik itu akan dibangun di pengujung tahun 2013 ini. Ini akan menjadi PKS ke empat milik Provident.

Dalam rencana tersebut, perseroan akan membangun PKS berkapasitas sekitar 30 ton per jam hingga 40 ton per jam di wilayah Kalimantan Barat. Hingga kini, perseroan tercatat memiliki tiga PKS yang berlokasi di Sumatra Barat, Riau dan Kalimantan Barat. Total kapasitas produksi ketiga PKS itu mencapai 105 ton per jam. Dengan adanya tambahan satu PKS, maka kemampuan produksi akan naik menjadi sekitar 134 ton per jam sampai 145 ton per jam. Pembangunan PKS tersebut ditaksir akan memakan waktu sekitar dua tahun.(Lia)