Provident Agro Dapat Pinjaman Rp160 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Provident Agro Tbk (PALM) melalui anak usahanya, yaitu PT Saban Sawit Subur mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk sekitar Rp160 miliar. Rencananya, perusahaan akan menggunakan dana pinjaman tersebut untuk pembiayaan kembali (refinancing) kebun kelapa sawit PT Saban Sawit Subur seluas sekitar 2.900 hektar dari total sekitar 2.900 hektar yang berlokasi di Kalimantan Barat.

Informasi tersebut disampaikan Direktur PT Provident Agro Tbk, Devin Antonio dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (22/5/). Disebutkan, untuk refinancing tersebut, anak usaha perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman term loan 1 senilai Rp100 miliar. Selain itu, anak usaha perseroan mendapatkan fasilitas pinjaman term loan 2 senilai Rp60 miliar. Dana pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan pengembangan kebun kelapa sawit seluas 300 hektar dari total seluas 3.200 hektar.

Kedua pinjaman ini berjangka waktu fasilitas pinjaman ini tujuh tahun dan dapat diperpanjang satu tahun. Dalam pinjaman ini, perusahaan memberikan jaminan berupa fidusia atas barang persediaan dan hak tanggungan atas sertifikat HGU seluas 3.200 hektar atas kedua fasilitas pinjaman tersebut. Saat ini anak usaha perseroan sedang mengurus hak tanggungan atas sertifikat HGU ini, dan selesai selambat-lambatnya pada Desember 2013.

Sementara itu, dalam rencana pengembangan bisnis perseroan sendiri, Pada tahun ini perseroan akan membangun pabrik kelapa sawit (PKS) baru. Rencananya, pabrik itu akan dibangun di pengujung tahun 2013 ini. Ini akan menjadi PKS ke empat milik Provident.

Dalam rencana tersebut, perseroan akan membangun PKS berkapasitas sekitar 30 ton per jam hingga 40 ton per jam di wilayah Kalimantan Barat. Hingga kini, perseroan tercatat memiliki tiga PKS yang berlokasi di Sumatra Barat, Riau dan Kalimantan Barat. Total kapasitas produksi ketiga PKS itu mencapai 105 ton per jam. Dengan adanya tambahan satu PKS, maka kemampuan produksi akan naik menjadi sekitar 134 ton per jam sampai 145 ton per jam. Pembangunan PKS tersebut ditaksir akan memakan waktu sekitar dua tahun.(Lia)

BERITA TERKAIT

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

RMBS Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar di 2018 - Akuisisi Tiara Raya Bali

NERACA Jakarta – Perusahaan properti, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menargetkan pendapatan di 2018 sebesar Rp120 miliar, setelah akuisisi…

Rizal Ramli Dorong PNM Dapat Tambahan Modal Rp5 Triliun

Rizal Ramli Dorong PNM Dapat Tambahan Modal Rp5 Triliun NERACA Jakarta - Ekonom senior DR Rizal Ramli mendorong PT Permodalan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar - Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

MNC Edukasi Pasar Modal di UPI Bandung

Komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di pasar modal, MNC Asset Management belum lama ini menggelar eduasi investasi pasar modal di…