Indonesia Tuan Rumah Bersama China Pameran UKM

NERACA

Guangzhou - Indonesia menjadi tuan rumah bersama China Pameran ke-10 Produk Kerajinan Usaha Mikro, Kecil Menengah (China International Small and Medium Enterprises Fair/CISMEF) di Guangzhou, China pada musim gugur mendatang. Kesepakatan menjadi tuan rumah bersama kegiatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Indonesia dan mitranya, di Guangzhou, Kamis (23/5).

Penandatanganan dilakukan Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kemenkop dan UKM RI Neddy Rafinaldy dan Wakil Gubernur Provinsi Guangdong Liu Zhigeng, disaksikan Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan. Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia Imron Cotan mengatakan keberadaan Indonesia sebagai tuan rumah bersama pameran Usaha Kecil Menengah China tersebut, merupakan salah satu peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.

\"Volume perdagangan kedua negara dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dan China merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia,\" katanya. Kedua negara telah sepakat untuk mencapai volume perdagangan hingga US$80 miliar pada 2015 mendatang. \"Saat ini volume perdagangan Indonesia-China telah mencapai US$66,6 miliar atau naik sekitar sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya,\" ungkapnya.

Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafinaldy mengatakan, banyak target yang dapat dicapai dengan menjadi tuan rumah bersama CISMEF, antara lain memperkuat jaringan pemasaran produk-produk kreatif unggulan UKM Indonesia, menjalin kemitraan antara UKM kedua negara, dan menjadi ajang riset untuk mengetahui lebih dalam karakter pasar China serta produk apa saja yang dibutuhkan China dari Indonesia.

\"Selama ini kemitraan antara UKM kedua negara sudah terjalin meski belum banyak dengan produk kita pasarkan mayoritas masih kerajinan tangan atau produk kreatif unggulan, asesoris dan furniture,\" tuturnya. Neddy menambahkan dengan menjadi tuan rumah bersama CISMEF 2013, Indonesia akan lebih memperkenal produk unggulan lainnya seperti makanan dan minuman khas Indonesia, serta produk-produk herbal dan spa.

Negara potensi ekonomi besar

Sementara Wakil Gubernur Provinsi Guangdong Liu Zhigeng mengatakan Indonesia merupakan negara dengan potensi ekonomi yang besar, dan memiliki prospek yang cukup menjanjikan. \"Banyak potensi kerja sama yang dapat dilakukan antara Indonesia dan China, khususnya dalam bidang ekonomi. Pameran UKM antara Indonesia dan China ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan perdagangan kedua negara yang terus mengalami peningkatan,\" tuturnya.

Liu Zhigeng mengemukakan China telah menyelenggarakan sembilan kali pameran internasional UKM dengan menggandeng beberapa negara sebagai tuan rumah bersama seperti Vietnam, Spanyol, Jepang dan Prancis. \"Kami yakin dengan Indonesia, banyak capaian yang akan dihasilkan dari pameran internasional UKM kali ini. Saat ini, terdapat 150 juta UKM di Provinsi Guangdong dan siap untuk bermitra dengan UKM Indonesia,\" ujarnya.

CISMEF merupakan ajang promosi UKM terbesar di China yang rutin diadakan setiap tahun sejak 2004 yang disponsori Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Administrasi Negara untuk Industri dan dan Perdagangan, Badan Standarisasi, Bea dan Cukai, Komisi Perbankan China dan Pemrov Guangdong. Digelar di area seluas 100 ribu meter persegi dengan 5.000 booth untuk sekitar 4.000 peserta dari 40 negara. [rin]

BERITA TERKAIT

Program Satu Juta Rumah BTN Telah Capai 72%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menggelar ajang penghargaan bertajuk BTN Property…

Komitmen BTN Sukseskan Program Satu Juta Rumah - Gelar Property Award 2018

Lagi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar ajang penghargaan bertajuk BTN Property Award 2018. Ajang apresiasi bagi para pelaku…

AG 2018 dan Rivalitas Suporter Indonesia-Malaysia

  Oleh : Raditya Putu Wicaksana, Mahasiswa Universitas Jember   Hubungan Indonesia-Malaysia berkali-kali memanas bukan karena sengketa perbatasan  atau masalah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Korporasi Diharapkan Tak Borong Valas

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta dunia usaha tidak memaksakan diri untuk "memborong" valuta asing…

Iklan Edisi Ramadhan Yang Paling Disukai - Hasil Studi Kantar Millward Brown

    NERACA   Jakarta – Hasil studi Kantar Millward Brown soal Iklan Ramadhan yang paling disukai di 2018 menyebutkan…

IIF Target Salurkan Pembiayaan Infrastruktur Rp10 Triliun

  NERACA   Jakarta – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan untuk infrastruktur mencapai Rp10 triliun. Hal…