Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia

LPPOM MUI Klaim

Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia

Jakarta— Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar pelatihan auditor halal internasional International Training for Auditors of Halal Certifying Bodies. Ternyata peserta luar negeri animonya cukup tinggi. “Ini berarti mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia. Buktinya, keikutsertaan 38 peserta dari 26 lembaga sertifikasi luar negeri menguatkan indikasi pengkukuhan tersebut,” kata Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Lukmanul Hakim dalam siaran persnya, Jakarta,22/6.

Lebih jauh Lukmanul mengungkapkan pelatihan auditor halal tersebut berlangsung sejak 16-22 Juni 2011 itu mencakup lima kawasan benua seluruh dunia. Diantaranya Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. “Peserta dari Asia diantaranya lembaga sertifikasi halal dari Malaysia, Filipina, India, Jepang, dan Taiwan. Dari benua Eropa iku serta antara lain Irlandia, Inggris, Swiss, Polandia, Spanyol, dan Belanda,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lukmanul mengatakan, telah terjadi perkembangan halal di dunia internasional. Codex Alimentarius Commission (CAC) yang didirikan Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatur standar pangan, telahj memasukkan aspek halal sebagai salah satu ketentuan mutu pangan secara internasional sejak tahun 1997. ”Patut kita syukuri.”

Sementara itu, Ketua MUI, Amidhan Shaberah mengemukakan, pelatihan auditor halal internasional ini merupakan manifestasi dari kerjasama intenasional MUI dengan lembaga-lembaga keislaman luar negeri. Terutama yang bergerak bidang sertifikasi halal. ”Ketentuannya mengacu pada sertifikasi MUI.”

Amidhan menambahkan lembaga-lembaga sertifikasi halal luar negeri yang diakui MUI berkewajiban menjamin kesesuaian sertifikasi halal. Jaminan kehalalan produk mesti sesuai dengan prinsip-prinsip halal yang berlaku di Indonesia atau seluruh dunia.

Ditempat terpisah, Wakil Delegasi Prancis untuk Urusan Asia di Uni Eropa, Laurent Cabrera mengatakan Uni Eropa (UE) merintis perdagangan bebas dengan ASEAN. Namun sayangnya rintisan ini dilakukan dengan mulai melakukan perundingan perdagangan bebas dengan Singapura dan Malaysia.

Sedangkan Indonesia, lanjut dia, untuk sementara belum secara resmi menyatakan keinginannya untuk melakukan perundingan perdagangan bebas dengan UE. 'Untuk sementara, dengan Indonesia lebih ditujukan pada perjanjian kerja sama dan kemitraan (partnership and cooperation agreement),” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Santripreneur Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Bandar Lampung - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Aneka, Gati Wibawaningsing mengatakan terus melakukan pembinaan dan pelatihan santri berindustri…

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat NERACA Jakarta - Founder sekaligus CEO dari aplikasi OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…