Mitra Investindo Operasikan Mesin Baru - Targetkan Produksi 2 Juta Ton

NERACA

Jakarta- PT Mitra Investindo Tbk (MITI) akan mengoperasikan mesin baru yang diharapkan dapat memacu kapasitas produksi yang ditargetkan 2 juta ton pada tahun ini. Investasi untuk pembelian mesin baru tersebut diambil dari dana belanja modal perseroan 2013 yang mencapai US$1,5 juta dolar. \"Pembelian mesin baru ini akan menggunakan belanja modal (capex) sebesar 1,5 juta dolar Singapura yang diambil dari kas internal.\" kata Direktur MITI, Diah Pertiwi Gandhi di Jakarta, Kamis (23/5).

Menurutnya, saat ini perseroan masih dalam tahap pemilihan model dan design mesin yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi. Perseroan mencatat telah mengoperasikan tiga mesin, dengan kapasitas produksi yang dihasilkan dari mesin-mesin tersebut mencapai 1,6 juta ton per tahun.

Untuk meningkatkan kinerja di tahun ini, perseroan berencana mengembangkan usaha di Riau. Disebutkan, perseroan sedang mengincar areal konsesi lain di wilayah Karimun dan Dabo Singkep Kabupaten Lingga Kepulauan Riau. Kedua wilayah tersebut dinilai merupakan wilayah yang potensial untuk granit dan bauksit. Namun sejauh ini rencana akuisisi di Karimun masih terganjal pada masalah lahan dan administrasi.

Pihaknya menilai dalam kurun lima tahun mendatang, cadangan yang dimiliki perseroan saat ini akan habis. Karena itu, perseroan mencari lokasi tambang dan mencoba diversifikasi usaha lain, dengan opsi tetap pada mineral and resources. Saat ini MITI memiliki tambang yang dibeli dari PT Antam Tbk sejak tahun 1991 dengan luas 67 Ha di Bintan. Perseroan mulai memproduksi pertambangan batu granit di wilayah tersebut sejak 2009 silam dengan jumlah cadangan terbukti sekitar 12,3 juta ton granit.

Sementara itu, sepanjang periode Januari-Maret 2013, perseroan berhasil memproduksi batu granit sebesar 371.959 ton. Jumlah itu naik 4,4% dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 356.375 ton. Adapun pemasaran dari produksi granit lebih banyak terserap di pasar domestik. Utamanya, Batam yang menyerap sebanyak 70% untuk infrastruktur jalan dan properti, di mana sebagian besar dikonsumsi proyek pemerintah dan infrastruktur, antara lain Wijaya Karya, Nindya Karya, dan Duta Graha.

Pada kuartal pertama 2013, perseroan mencatat memperoleh pendapatan sebesar Rp 33,7 miliar atau naik 20,7% dibandingkan dengan pendapatan di kuartal pertama 2012 sebanyak Rp 20,7 miliar. Sedangkan laba bersih sebanyak Rp 9,7 miliar atau meningkat sebesar 110% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 4,6 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

BTN Ingin Jadi Mitra Utama BP Tapera - Genjot Pembiayaan Rumah Murah

BTN Ingin Jadi Mitra Utama BP Tapera Genjot Pembiayaan Rumah Murah   NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk…

Sektor Produksi - Industri Galangan Kapal Ingin Bea Masuk Komponen Diturunkan

NERACA Jakarta – Industri galangan kapal menginginkan bea masuk komponen diturunkan dari 5-12 persen menjadi hingga nol persen untuk meningkatkan…

Perbanyak Mitra Baru - Kioson Targetkan Penjualan Rp 4,74 Triliun

NERACA Jakarta – Rencanakan menambah mitra baru tahun ini menjadi 70 ribu mitra yang tersebar di Indoesia, PT Kioson Komersial…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Mayora Targetkan Penjualan Tumbuh 11,1%

Masih terjaganya daya terjaganya daya beli masyarakat menjadi optimisme pelaku industri makanan dan minuman (mamin) dan consumer goods bila tahun…

Pool Advista Finance Jajaki Terbitkan MTN

Pacu pertumbuhan pembiayaan baru, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) terus perkuat likuiditas. Maka guna memenuhi kocek tebal tersebut, perusahaan…