DPK BSM Meningkat 12,75%

Kuartal I 2013

Kamis, 23/05/2013

NERACA

Jakarta - Direktur PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Hanawijaya, mengatakan fungsi bank sebenarnya bagi nasabah adalah sebagai sarana intermediasi yang baik. Namun di lain pihak, masih banyak bank yang tidak menyalurkan dana pihak ketiga (DPK) dengan baik. “Biasanya, bank-bank itu hanya membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Kalau banyak yang begitu, maka BI akan banyak bayar return sehingga dapat mengganggu stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Hanawijaya di Jakarta, Rabu (22/5). Dana pihak ketiga (DPK) BSM pada kuartal I 2013 mencapai Rp48,38 triliun, atau naik 12,75%, dibanding posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp42,91 triliun. Lebih lanjut dia menjelaskan telah menyalurkan dana dari pihak ketiga sebesar Rp46,26 triliun.

Hanawijaya mengatakan, per Maret 2013, total aset BSM mencapai Rp55,48 triliun, atau tumbuh 11,81% dibanding posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,62 triliun. Sementara indikator BSM makin efisien terlihat pada rasio BOPO pada kuartal I 2013 sebesar 69,24% atau turun dibandingkan rasio BOPO per Maret 2012 yang sebesar 70,47%.

Untuk sukuk, BSM telah menyalurkan sebesar Rp3 triliun, sehingga total dana yang telah disalurkan perseroan Rp49,26 triliun. Sebagai anak usaha PT Bank Mandiri Tbk, BSM kini telah memiliki sekitar 4,4 juta nasabah di seluruh Indonesia. “Nasabah loyal kami jumlahnya tidak lebih dari 10% dari total nasabah kita. Sisanya hanya saving voters,” tutur Hanawijaya. Walaupun begitu, dia mengatakan, total 4,4 juta nasabah itu merupakan pasar yang besar untuk melakukan penjualan produk uang elektronik (e-money) seperti e-toll card yang dimiliki induk usaha perseroan.

Demi meningkatkan pelayanan kepada nasabah, BSM meluncurkan layanan BSM call di nomor 14040. “Diharapkan agar nasabah bisa dekat dengan rekening bank nya misal mau transfer atau cek saldo,” ujar Hannawijaya. Layanan BSM call center baru ini mencakup baik layanan inbound atau telepon masuk yang berisi aduan nasabah atau pusat permintaan, penanganan komplain, blokir kartu serta informasi seputar produk BSM.

“Layanan melalui IVR dan phone banking informasi cabang, info saldo, mutasi terakhir serta permintaan rekening koran melalui email atau fax,” tutur Hanawijaya. Lalu, untuk layanan outbound atau telepon keluar yang dilakukan oleh agen customer service untuk melakukan penawaran promosi kepada nasabah atau telemarketing serta telesurvey.

Untuk mengantisipasi nasabah BSM yang berada luar negeri, pihaknya menyediakan nomor layanan panjang di (021-2953-4040) jika costumer tidak dapat mengakses 14040. “Dengan kehadiran BSM call 14040, maka layanan call BSM (021) 5299-7745 tidak berlaku lagi. Dan kehadiran BSM call center baru ini kami harapkan bisa fokus pada aktifitas selling dan servis,” tutupnya. [sylke]