Perbanas: Kita Siap Hadapi MEA 2020

Kamis, 23/05/2013

NERACA

Jakarta - Persatuan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) akan menyelenggarakan Indonesia Banking Expo (IBEX) 2013 mulai Kamis (23/5) - Sabtu (25/5). Menurut Sigit Pramono, Ketua Umum Perbanas, mengusung tema “Penguatan Struktur Perbankan Nasional untuk Meningkatkan Daya Saing dalam Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” pihaknya lebih mengedepankan langkah strategis dalam perkembangan perbankan nasional ke depannya.

Pasalnya, Sigit mengakui kalau bank-bank asal Indonesia masih sedikit sekali yang buka kantor cabang di negara-negara ASEAN lainnya. Kalau pun ada yang punya cabang, itu pun hanya di Malaysia dan Singapura. “Kalau untuk dalam negeri, kita sudah terbiasa dengan adanya persaingan dengan bank-bank asing yang masuk ke sini. Jadi tidak akan terlalu sulit jika hanya ingin jadi tuan rumah di negeri sendiri saja. Tapi kita harus siap untuk MEA,” tegas dia di Jakarta, Rabu (22/5).

Menurut Sigit, perbankan harus memiliki prinsip banks follow the trade, atau bank harus mengikuti ke mana perusahaan-perusahaan sektor riil berekspansi. “Kita tidak mungkin bicara terus mau masuk ke suatu negara, jika pebisnis atau pengusaha kita tidak ada yang masuk ke sana juga. Misalnya Chaebol (pengusaha) dari Korea, seprti KIA dan Samsung, masuk ke sini di tahun 80-an, maka mereka diikuti bank-bank dari Korea juga, seperti Woori Bank dan Hana Bank,” jelasnya.

Menjelang tahun 2020, Perbanas akan selalu mengusung gagasan ini. “Jangan sampai perbankan kita grubak-grubuk ketika hampir waktunya masuk MEA. Jangan kita bilang belum siap lalu ditunda lagi. Apalagi 2014 itu tahun politik, 2015 akan ada pemerintahan baru. Nanti dalam pasar tunggal ekonomi ASEAN itu mobilitas modal, SDM, di negara-negara ASEAN akan bebas dan tidak diatur secara proteksionis. Tapi persekutuan regional semacam itu tidak akan menjamin jika ada krisis kita akan terhindar,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan IBEX tahun ini, yang dilibatkan adalah lebih dari 100 peserta seminar, diskusi panel ahli, dan expo yang terdiri dari unsur pemerintahan, regulator/otoritas keuangan, komunitas perbankan, pelaku dunia usaha, akademisi, rekanan industri perbankan, konsultan, dan para pelaku UKM kreatif. “OJK adalah stakeholder kita terpenting, selain BI, jadi dia pasti diundang. Pak Muliaman (Ketua DK OJK) sudah konfirmasi akan datang,” imbuh Sigit.

Dalam acara tersebut akan ada beberapa seminar atau diskusi panel yang akan mengerucut ke tema besar mengenai MEA itu. “Besok (hari ini) kita akan ada seminar yang membahas konteks ekonomi secara umum, lalu intra ASEAN Trade sudah sampai mana prosesnya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa sektor jasa di Indonesia harus mendampingi pengusaha-pengusahanya yang mau berusaha ke negara-negara lain di regional. Yang juga dibahas adalah mengenai masalah SDM, ICT, peran perbankan dalam mendorong creativepreneurship, kesiapan perbankan syariah dan daerah untuk menghadapi MEA serta soal regulatory competitiveness antarnegara-negara ASEAN,” tambah Felia Salim, Ketua Panitia IBEX 2013. [ria]