BBM Naik, Hotel Sahid Naikkan Tarif Hotel

Realisasikan Capex Rp 5 Miliar

Kamis, 23/05/2013

NERACA

Jakarta - Mensiasati dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) bakal menaikkan harga tarif hotel, “Adanya kenaikan harga BBM bersubsidi atau tidak, tim managemen selalu menaikan harga rata-rata per kamarnya sesuai dengan ketentuan,”kata Direktur Operasional PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, Rakhmat Raharja di Jakarta, Rabu (22/5).

Lebih lanjut, perseroan juga melakukan berbagai upaya penghematan energi dan perbaruan beberapa alat agar terciptanya efisien di segala sektor. Selain itu, hingga kuartal pertama tahun ini perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp5 miliar dari keselurahan Rp25 miliar.

Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya Tbk, Hariyadi Sukamdani mengatakan, keseluruhan belanja modal perseroan tahun ini sebesar Rp25 miliar untuk kebutuhan rutin hotel, seperti perbaikan dan perawatan fasilitas hotel, “Dana capex sendiri bersumber dari kas internal perseroan semuanya. Kami tidak melakukan pinjaman ke perbankan,”ujarnyanya.

Disebutkan, dana sebesar Rp5 miliar untuk membeli sejumlah pipa saluran air hotel, peralatan elektronik. Sehingga, kondisi hotel lebih nyaman dan lebih berkelas. Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp7,499 miliar. Jumlah tersebut merupakan 60% dari laba bersih perusahaan yang sebesar Rp12,4 miliar.

Kata Haryadi, dividen yang akan kita bagikan sebesar Rp6,7 per saham. Sebagai informasi, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp12,4 miliar pada 2012. Pertumbuhan ini meningkat 27,15% yang didorong dari pendapatan Hotel Grand Sahid Jaya.

Selain itu, perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp179,9 miliar. Tingkat hunian hotel juga tercatat meningkat 69,5%. Sementara pendapatan usaha perseroan tumbuh 5,73% menjadi Rp41,54 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp39,28 miliar.

Pencapaian tersebut mendorong laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi tumbuh 83,39% atau sebesar Rp2,09 miliar dari sebelumnya Rp1,14 miliar di triwulan I-2012. Kemudian beban pokok penjualan naik menjadi Rp13,16 miliar di triwulan I-2013 dari sebelumnya Rp13,03 miliar di triwulan I-2012, dan beban usaha turun menjadi Rp25,96 miliar dari sebelumnya Rp26,15 miliar.

Dengan demikian laba usaha perseroan tercatat naik cukup signifikan, yaitu Rp2,41 miliar di triwulan I-2013 dari sebelumnya Rp91,13 juta di triwulan I-2012, dan laba per saham naik menjadi Rp1.87 dari sebelumnya Rp1,02 pada triwulan I-2012. Adapun jumlah aset perseroan disepanjang triwulan I-2013 tercatat naik tipis 0,23% menjadi Rp1,30 triliun dari sebelumnya Rp1,30 triliun di triwulan I-2012. (bani)