Kuasai Pasar, MNC SkyVision Tambah Chanel Baru - Targetkan 2,4 Juta Pelanggan

NERACA

Jakarta- Masih rendahnya penetrasi pasar bisnis pay TV di Indonesia dibandingkan negara Asia lainnya, menjadi peluang yang menjanjikan untuk terus menggenjot bisnis yang satu ini. Alapagi Indonesia memiliki populasi penduduk terbesar dan daya beli masyarakatnya yang terus tumbuh.

Peluang inilah yang dimanfaatkan PT MNC Sky Vision Tbk (MNCN) untuk terus ekspansi dengan menambah jaringan dan termasuk menghadirkan konten atau chanel baru, “Dalam waktu dekat ini kita tambah chanel baru disnelay untuk laki-laki,”kata Direktur Utama PT MNC Sky Vision, Rudy Tanoesoedibjo di Jakarta, Rabu (22/5).

Menurutnya, chanel baru ini dimaksudkan untuk memberikan kepuasan pelanggan dan termasuk strategi untuk menguasai pasar pay TV di Indonesia. Tahun ini, perseroan menambah lima saluran baru pada 2013. Dua di antaranya merupakan saluran dari luar negeri, yaitu Disnelay khusus untuk anak laki-laki dan Sundance.

Selain itu, dengan penambahan saluran tersebut telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pangsa pemirsa gabungan mencapai 25% tahun ini, dibandingkan sebelumnya yang hanya 13%. Disamping itu, pada Maret 2013 sembilan saluran MNC channel masuk di antara top 20 saluran berlangganan.

Kemudian untuk mengurangi beban, perseroan juga berencana untuk menghentikan beberapa tayangan yang memiliki kinerja lemah, sehingga menciptakan peluang baru untuk saluran baru yang memiliki daya tarik yang lebih besar kepada pelanggan.

Rilis Produk Baru

Bahkan dalam waktu dekat, perseroan juga akan meluncurkan produk Indovision Any Where and Any Time. Dimana pelanggan Indovison bisa menikmati siaran dengan menggunakat tablet ataupun android. Nilai investasinya, ditaksir mencapai US$ 10 juta yang berasal dari anggaran belanja tahun ini.

Rencananya, produk baru ini akan diluncurkan pada Juni atau Juli 2013 dan saat ini tengah dalam tahap finalisasi dengan pemilik teknologi. Sebagai informasi, pada kuartal pertama tahun ini realisasi belanja modal mencapai US$ 26,3 juta dari total belanja modal US$ 100 juta.

Direktur Keuangan MNC Sky Vision, Effendi Budiman menuturkan, dana capex tersebut sebagian besar digunakan untuk mendukung pertumbuhan pelanggan dengan pembelian peralatan seperti set-top- box dan pemeliharaan.\"Kami telah gunakan dana capex sekitar US$ 25 juta untuk pembelian set-top- box yang kami pinjamkan kepada pelanggan-pelanggan kami di seluruh Indonesia,\"tuturnya.

Pihaknya juga berencana menyelesaikan program imigrasi MPEG-4 pada akhir tahun ini, sehingga memungkinkan MNC Sky Vision memanfaatkan kapasitas satelit sepenuhnya, dengan menyiarkan 160 saluran dalam platform-nya pasca konversi.\"Ini supaya kami dapat memberikan lebih banyak variasi hiburan yang berkualitas,\" ujarnya.

Selama tiga bulan pertama 2013, MNC Sky Vision mencatat peningkatan pendapatan sebesar 30% dengan total pertumbuhan pelanggan 47% dibanding periode yang sama 2012. Pendapatan MNC Sky pada periode tersebut naik dari Rp 535 miliar menjadi Rp 696 miliar. EBITDA naik 21% menjadi Rp 294 miliar dari Rp 243 miliar. Alhasil, marjin EBITDA tetap stabil di 42%.

Adapun jumlah pelanggan tumbuh 145.900 pelanggan, dengan rata-rata 48.600 pelanggan baru per bulan. Total pelanggan MNC Sky Vision di kuartal pertama ini mencapai 1,87 juta, meningkat 47% dari 1,27 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Operator Seluler Tambah Kapasitas Jaringan - Mudik dan Lebaran 2018

Dalam menghadapi lonjakan akses di musim mudik dan lebaran 2018 membuat masing-masing operator telekomunikasi mulai menyiapkan bahkan sudah melakukan optimalisasi…

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

Nissan SUV New Terra Masuk Pasar Asia Tenggara

Nissan meluncurkan SUV New Terra di Filipina sebagai bagian dari langkah perusahaan guna memperkuat komitmennya di kawasan Asia Tenggara. Pelanggan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…