BedMatch Cara Cerdas Tidur Berkualitas

Memberikan Investasi Kesehatan

Kamis, 23/05/2013

NERACA

Jakarta – Badan terasa pegal dan leher kepala terasa sakit saat bangun tidur, biasanya sering dialami sebagian orang yang mempunyai kebiasaan buruk dalam posisi tidur yang salah. Ironisnya gejala ini direspon sepele dan memandang tidak perlu ada yang istimewa dalam menjaga kesehatan saat tidur. Alasannya, ketika mengalami ngantuk berat tentunya tidur dengan posisi bagaimanapun juga, pakai alas matras dan tidak sekalipun akan terasa nikmat karena pada akhirnya akan terbawa tidur lelap juga.

Namun bagi sebagian orang yang peduli terhadap kesehatan, padangan tersebut dinilai salah. Pasalnya, dampak posisi tidur yang salah hingga susah tidur mengancam kesehatan organ tubuh. Kata dr Niken Widiarini, posisi tidur yang salah, malah akan berdampak buruk pada kesehatan seperti masalah tulang belakang yang berakibat pada nyeri leher, sakit punggung, dan sakit kepala. Belum lagi, kelainan tulang belakang ternyata dapat mengganggu fungsi saraf pada tubuh sehingga berakibat lambatnya penyembuhan pada nyeri punggung hingga kegagalan kerja organ sistem kekebalan tubuh.

Menurutnya, posisi tidur yang benar akan melindungi tulang belakang sehingga memungkinkan tubuh untuk berisitirahat secara efektif. Oleh karena iitu, jangan anggap remeh untuk yang satu ini, sebab posisi tubuh saat tidur memiliki peran yang sangat besar untuk kesehatan sistem saraf serta tulang-tulang. "Banyak orang yang merasa sakit setelah bangun tidur. Ada pula yang tidak dapat tidur dengan nyenyak sehingga terpaksa terbangun dengan nyeri leher dan punggung karena kesalahan posisi tidur," ungkap Niken Widiarini.

Jangan Anggap Remeh

Kemudian mendapatkan tidur pulas, nyatanya tidak hanya dipengaruhi faktor internal orang itu sendiri atau faktor eksternal, atau lingkungan sekitar. Bagaimana pun juga kasur yang di gunakan ternyata sedikit banyak juga mempengaruhi kualitas tidur. Kasur atau matras yang keras atau bahkan terlalu empuk memberi pengaruh buruk terhadap kualitas tidur yang lebih jauh akan mempengaruhi kesehatan. Persoalannya, sejauh ini kebanyakan orang Indonesia melihat tidak terlalu pentingnya investasi kesehatan saat tidur dan apalagi harus memilih tempat tidur yang berkualitas dengan harga yang mahal. Umumnya, hal yang dilihat pertama sebagian masyarakat saat membeli matras atau kasur adalah harganya yang murah.

Rendahnya pemahaman masyarakat soal kualitas tidur tentunya menjadi tantangan bagi produsen tempat tidur untuk menciptakan matras yang sehat bagi kesehatan tubuh. Karena menurut sebagian banyak ahli, tidur yang bermanfaat bukanlah hanya sekadar tidur. Selain waktu, matras yang dipakai, posisi tubuh juga perlu diperhatikan agar kita mendapatkan manfaat istirahat yang lebih optimal.

Asal tahu saja, aktivitas tidur merupakan kebutuhan dan vital bagi setiap orang. Karena tidur merupakan kesempatan untuk mengistirahatkan tubuh yang bermanfaat baik secara fisik maupun mental, untuk menyongsong keesokan harinya lebih baik lagi. Saat ini, banyak produsen tempat tidur menawarkan produk yang mahal dengan kualitas bahan kelas tinggi dengan menjanjikan kenyamanan. Namun sedikit sekali memadukan teknologi canggih dan memberikan kualitas kesehatan bagi penggunanya saat tidur.

Memberikan Solusi

Menjawab ketubuhan itu semua, Massindo Group perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang bedding industry sejak 1983 menggandeng Kingsdown produsen bedding ternama di Amerika meluncurkan bedMATCH dari My Side.

Produk bedMATC, dianggap paling pintar untuk memilih matras yang sesuai kondisi tubuh, kebiasaan tidur bahkan keluhan yang sering dirasakan saat dan bangun tidur. Pasalnya, matras ini memiliki teknologi komputer dan sensor yang sangat canggih.

Teknologi yang ditawarkan ini telah melalui penelitian terkait masalah tidur yang dilakukan oleh Institut Sleep to Live. Disebutkan, studi yang dimotori Dr Robert Oexman D.C dengan melibatkan 128 orang dewasa mengungkapkan, memiliki waktu tidur malam hanya enam jam atau bahkan kurang selama dua minggu menimbulkan gangguan tidur kronis. Ini menyebabkan penurunan performa sama dengan begadang atau tidak tidur selama dua hari. Ini berdampak buruk bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, penelitian yang menggunakan tujuh matras atau tempat tidur yang berbeda dan lebih dari 16 ribu malam menemukan tidak semua matras cocok untuk setiap orang. Setiap orang berbeda-beda kebutuhannya sesuai kondisi tubuh dan kebiasaan tidurnya. Karenanya, dengan teknologi bedmatch, mengukur dengan 18 pengukuran statistik dan lebih dari seribu perhitungan untuk memilihkan kasur mana yang tepat untuk setiap orang. Hasilnya, kasur bernama My Side yang diproduksi oleh perusahaan kasur dalam negeri Massindo Group memberi solusi bagi banyak pasangan yang selama ini terpaksa harus kompromi dengan kasur yang terlalu keras atau terlalu empuk."Jadi daripada pisah ranjang, kan dosa, sekarang bisa membeli satu kasur yang memenuhi kebutuhan tidur kedua pasangan. Yang pria merasa bagiannya (kasur) yang paling enak, yang wanita juga merasa bagiannya yang terbaik," ujar Jeffrie Massie.

Memiliki pengalaman di bedding industry selama 30 tahun menjadi jaminan, produk yang di hadirkan Massindo Group tidak perlu lagi pertanyakan akan kualitasnya. Kasur My Side adalah kasur kustom yang dibangun dengan dua zona tidur individu dan empat struktur pendukung postural yang berbeda. Yang membuat tempat tidur My Side lebih nyaman adalah teknologi Cool Wave yang memungkinkan mereka untuk tidur lebih dingin dan sejuk dari busa konvensional dan kasur innerspring.

Harga pasaran untuk My Side foam dan model innerspring saat ini berkisaran antara Rp 15 Juta - Rp 60 Juta Rupiah. Tersedia dalam seri 2, 4, 6, 8, dan 10 dengan perbedaan tingkat kenyamanan. Semua kasur My Side menawarkan zona tidur yang dipersonalisasi yang didukung oleh pendekatan teknologi yang eksklusif dari Kingsdown dan memiliki paten dari bedMATCH Technology.