BEI Suspensi Saham Asia Natural - Kinerja Dipertanyakan

NERACA

Jakarta- Didasarkan pada kelangsungan usaha perseroan (going concern) PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA), manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) kegiatan transaksi saham PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) pada Rabu (22/5).

Informasi tersebut disampaikan pihak manajemen BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (22/5). Disebutkan, penghentian perdagangan dilakukan di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan saham, Rabu (22/5) hingga pengumuman lebih lanjut.

Kepala Divisi Perdagangan Saham, Andre P.J. Toelle mengatakan, penghentian sementara perdagangan saham ASIA menunjuk pada penyampaian Laporan Keuangan per 31 Maret 2013, dan mempertimbangkan kelangsungan usaha perseroan (going concern). Oleh karena itu, bursa telah meminta penjelasan lebih lanjut kepada perseroan terkait dengan informasi tersebut.

Selain suspensi atas saham ASIA, BEI juga telah melakukan suspensi perdagangan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS). Langkah ini dilakukan menunjuk pada penyampaian iklan laporan keuangan per 31 Desember 2012 PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) tanggal 21 Mei 2013 dan adanya opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer) selama 2 kali berturut-turut dari Kantor Akuntan Publik.

Oleh karena itu, BEI memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham HITS, di seluruh pasar terhitung sejak sesi II hari Selasa, 21 Mei 2013, hingga pengumuman bursa lebih lanjut. Selain itu, BEI meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan tersebut.

Untuk informasi, berdasarkan laporan keuangan 2012 yang dipublikasikan kemarin, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) mencatatkan rugi bersih Rp9,84 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp204,99 miliar atau turun sekitar 95,2%. Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat naik 21,39% atau menjadi Rp489,82 miliar dari sebelumnya sebesar Rp403,51 miliar.

Adapun beban pokok penjualan turun 0,94% menjadi Rp416,49 miliar dari Rp320,43 miliar. Dengan demikian, laba kotor tercatat sebesar Rp73,32 miliar dari sebelumnya rugi Rp16,92 miliar. Beban usaha turun sebesar 68,77% menjadi Rp47,13 miliar dari Rp150,92 miliar. Laba usaha perseroan tercatat Rp26,19 miliar dari sebelumnya menderita rugi usaha Rp167,84 miliar.

BERITA TERKAIT

BEI Bantu Satu Unit Ambulans di Perbatasan

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyalurkan bantuan satu unit ambulans yang dioperasikan untuk daerah…

Mahasiswa IAIN Surakarta Borong Saham - BRI Syariah Go Pulic

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Surakarta mencatat sebanyak 200 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta…

PANS Bagikan Dividen Rp 120 Per Saham

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 85,74…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Indosat Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta –Penawaran obligasi yang dirilis PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo direspon pasar cukup positif yang ditandai dengan…

Taspen Tingkatkan Porsi RDPT Jadi 20%

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Taspen (Persero) mulai meningkatkan porsi investasi di sektor pasar modal melalui reksa dana penyertaan…

Laba Lippo Karawaci Terkoreksi 30,39%

NERACA Jakarta - Lesunya bisnis properti di 2017, memberikan dampak terhadap kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Dimana emiten…