2012, UE Berikan €300 Juta untuk Pembangunan Indonesia

NERACA

Jakarta – Uni Eropa (UE) dan negara anggotanya memberikan dana pembangunan lebih dari € 300 juta untuk Indonesia pada tahun 2012. Data tersebut termaktub dalam laporan tahunan kerjasama pembangunan UE- Indonesia atau disebut Blue Book.

”Indonesia merupakan kekuatan ekonomi dan komersial baru dengan pertumbuhan tahunan yang tinggi dan diharapkan dapat melampaui 6%. Negara ini juga anggota kelompok G20 dan sebuah kekuatan di kawasan, merupakan negara demokratis yang berkembang, serta dalam hal-hal tertentu, berperan juga sebagai donor. UE dan Indonesia merupakan mitra yang kuat dan kami bersama-sama berupaya mencari solusi untuk menjawab tantangan-tantangan global masa kini,” kata Duta Besar UE untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Julian Wilson saat meluncurkan Blue Book di Jakarta, Selasa (21/5).

Laporan tahunan tersebut menggambarkan dukungan UE untuk Indonesia senilai lebih dari €300 juta pada tahun 2012, yang disalurkan ke sektor-sektor pendidikan (€115 juta); kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi (€32 juta); lingkungan hidup dan perubahan iklim (€88 juta); tata kelola yang baik (€18 juta); kesehatan, air dan sanitasi (€45 juta); serta kesiapsiagaan bencana dan pencegahan konflik (€6 juta).

Berfokus pada prinsip kemitraan yang sejajar, Blue Book 2013 memberi gambaran bagaimana bantuan yang diberikan memberi manfaat kepada masyarakat dan memberdayakan mereka sehingga mampu berkontribusi pada pembangunan negara serta menjadikan suara mereka sebagai penggerak perubahan.

Selain kemitraan, perubahan adalah tema utama kedua dari laporan baru ini. Indonesia telah berhasil mengurangi kemiskinan, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan proses demokrasi yang makin membaik.

“Jelas bahwa perubahan bentuk kerja sama pembangunan kita merefleksikan itu semua. Bersama dengan Indonesia, kami hendak membangun kerjasama yang modern dan berwawasan luas dengan

berdasar pada prinsip kemitraan yang sejajar dan dialog di bidang seperti perubahan iklim, kejahatan lintas negara, tata kelola global yang baik dan keamanan kawasan,” kata Wilson.

Elemen strategis utama dari kebijakan kerja sama UE adalah penggunaan bantuan pembangunan secara efektif. Dalam rangka memperbaiki penyaluran bantuan, UE telah mengadopsi suatu kebijakan kerja sama pembangunan baru, atau disebut juga ‘Agenda untuk Perubahan’, pada tahun 2012. Agenda baru tersebut, yang akan mulai diterapkan tahun depan, memaparkan bagaimana UE memusatkan bantuannya untuk membantu daerah yang paling membutuhkan dan di mana bantuan tersebut dapat memberikan dampak yang berarti.

UE dan ke-27 negara anggotanya memiliki tradisi yang panjang dalam mempromosikan pembangunan, dan walaupun kini menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran, bersama-sama mereka tetap menjadi donor terbesar di dunia, menyediakan €53,5 milyar pada tahun 2011, atau lebih dari separuh dana pembangunan secara global.

Deputi Bidang Pembiayaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan bahwa Indonesia tidaklah hanya menerima dari Uni Eropa secara satu arah, tetapi Indonesia juga berbagi dengan negara lain. “Kita bukan hanya menerima, tetapi juga sharing. Sharing-nya itu dalam bentuk pengalaman kita dalam membangun, misalnya di demokrasi, community empowerment, dan sebagainya. Nanti ada triangel corporation. Ada Indonesia, EU, dan negara lain yang barangkali akan mencoba mengambil pengalaman Indonesia tersebut,” kata dia. [iqbal]

Related posts