Dana Asing Capai Rp24,1 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana asing yang masuk hingga kini telah mencapai Rp24,1 triliun. Jumlah tersebut dinilai menjadi tolok ukur masih tingginya minat asing untuk berinvestasi di Indonesia. “Per 17 Mei dana asing sudah mencapai Rp24,1 triliun,” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, di Jakarta, Selasa (21/5).

Meskipun demikian, menurut dia, apabila dilihat dari sisi komposisi kepemilikan saham saat ini, asing menempati porsi sebesar 58,8% atau mengalami penurunan dari sebelumnya yang sempat mencapai 70%. “Pada 2008 ketika krisis, posisi komposisi kepemilikan asing di saham mencapai 70%. Ini bukan karena asingnya lari dan sudah tidak tertarik lagi di Indonesia, tapi karena jumlah investor domestiknya naik, sehingga secara persentase menurun.” jelasnya.

Dia mengatakan, sejak tahun 2006, investor asing terus melakukan investasi di Indonesia. Sementara itu, secara persentase, investor domestik saat ini tercatat mencapai 41,2%. Untuk memicu pertumbuhan investor domestik, pihak otoritas dan regulator pasar modal akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarat. Termasuk memasarkan produk-produk jasa keuangan agar dapat dilakukan ditempat umum, termasuk di pusat perbelanjaan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, pengetahuan luas masyarakat akan lembaga jasa keuangan merupakan salah satu tujuan OJK dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Salah satu tantangannya, yaitu bagaimana agar pasar modal dapat menjadi akses pendanaan lain selain industri perbankan. “Kita maunya reksadana dijual di mal dan tempat umum. Jadi, penjualannya itu tidak hanya di beberapa tempat saja,” ucapnya.

Menurutnya, menjual produk keuangan di tempat umum memiliki keuntungan tersendiri. Terlebih masyarakat umum lebih banyak berada ditempat umum ketimbang berada di kantor-kantor yang bergerak di jasa keuangan.

Karena itu, apabila penjualan produk jasa keuangan tersebut dapat diberlakukan dan diterapkan di tempat umum, lanjut dia diharapkan dapat memperluas penetrasi jasa keuangan kepada masyarakat. “OJK akan terus mensosialisasikan industri keuangan di indonesia. Dan kita kejar terus edukasi-edukasi di pasar modal terutama di seluruh wilayah di Indonesia,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

Gelar Rights Issue - Radana Finance Bidik Dana Rp 696,5 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) bakal menggelar aksi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng MRT Jakarta - Intiland Bidik Recurring Income Lahan Parkir

NERACA Jakarta – Memanfaatkan kawasan yang dekat dengan stasiun MRT Lebak Bulus, PT Intiland Development Tbk (DILD) menuai banyak berkah…

Kejar Pertumbuhan Penjualan 20% - Lorena Mengandalkan Bisnis Angkutan Udara

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan penjualan atau sales naik sebesar 15% - 20% sepanjang 2019,  PT Eka Sari Lorena Transport…

BEI Perbanyak Sekolah Pasar Modal di DIY

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal guna menjaga ketahanan pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisai…