Chatib Basri Fokus Menjaga Fiskal

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan baru Chatib Basri mengatakan terdapat beberapa hal yang menjadi konsentrasinya sebagai Menteri Keuangan. Beberapa hal tersebut adalah pesan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Presiden berpesan bahwa kita harus menjaga fiskal dengan hati-hati,” kata Chatib dalam sambutannya dalam Serah Terima Jabatan dari Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan Lama Hatta Rajasa kepada Menteri Keuangan Baru Chatib Basri di Jakarta, Selasa (21/5).

Menjaga fiskal, kata dia, menjadi jangkar dari kebijakan keuangan ke depan. Ini sangat penting karena dalam situasi ekonomi global yang tidak pasti, salah satu hal yang menjadi pondasi utama adalah stabilitas makro. “Harus hati-hati dengan angka defisit, menjaga fiskal juga mesti disiplin. Tapi di sisi lain, dituntut juga untuk menjamin pertumbuhan ekonomi sesuai target. Maka sumber perlu dijaga, seperti konsumsi domestik, investasi, dan belanja pemerintah,” kata mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini.

Fiskal, lanjut Chatib, digenjot supaya mendukung pola investasi yang ada, sehingga sesuai target. Ini tidak mudah karena fiskal perlu dijaga dan perlu insentif untuk investasi. Hal lain yang menjadi konsentrasi Chatib adalah kesejahteraan masyarakat. “Investasinya mesti diarahkan ke pencipataan lapangan kerja,” terangnya. Tetapi ada satu hal khusus lainnya yang dianggap Chatib penting untuk dibenahi dalam Kementerian Keuangan. “Ada sebuah persepsi di luar yang cukup kuat bahwa berhubungan dengan Kementerian Keuangan itu sangat sulit. Ada message yang perlu dijaga bahwa governance perlu dijaga, tapi kita perlu menjembatani, menyeimbangkan fungsi kita sebagai regulator dengan pelayanan publik. Semua hal ini hanya bisa dilakukan jika kita bekerja bersama-sama,” papar dia. Sementara Menko Perekonomian, Hatta Rajasa berpesan bahwa penting untuk menjaga dan meningkatkan. “Menjaga APBN sustain, dan meningkatkan penerimaan negara tetap baik. Spending teruk ur, tepat sasaran,” kata Hatta. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Puspayoga: "Pertumbuhan Pariwisata Harus Menjaga Kearifan Lokal"

Puspayoga: "Pertumbuhan Pariwisata Harus Menjaga Kearifan Lokal" NERACA Denpasar - Dalam pengembangan sektor pariwisata takkan pernah bisa lepas dari kaitan…

Pentingnya Menjaga Kestabilan Harga Beras di Indonesia

Oleh : Dodik Prasetyo, Pemerhati Kebijakan Publik LSISI                 Tidak usah bertanya lagi…

Tatalogam Fokus Tingkatkan Penjualan Rumah Domus

  NERACA   Jakarta - Tatalogam Lestari akan fokus menjual produk unggulannya Rumah DOMUS dua lantai pada tahun ini, menyusul…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Jepang Tertarik Bangun MRT Di Jakarta

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang…

Empat Provinsi Siaga Karhutla

      NERACA   Jakarta - Sebanyak empat provinsi, yaitu Sumatra Selatan (Sumsel), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan…