BI Kembali Periksa Produk Deposit on Call - Antisipasi Pembobolan Bank

Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan lanjutkan pemeriksaan secara menyeluruh pada produk Deposit on Call (DoC) yang memiliki potensi adanya kasus pembobolan serupa. "Tindakan lanjutan yang dilakukan pengawas bank sampai dengan saat ini adalah melanjutkan pemeriksaan secara menyeluruh dengan fokus pada produk DoC yang kemungkinan memiliki potensi adanya kasus pembobolan serupa," ujar Deputi Senior Gubernur BI Halim Alamsyah dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI terkait kasus PT Bank Mega, Tbk, Jakarta, Rabu.

Selain itu, Halim menyatakan, BI mengupayakan mediasi antara bank dengan nasabah, melakukan pemeriksaan khusus fit and proper terhadap semua pihak yang terlibat/ terkait kasus pembobolan dana. "Kita juga memonitor dan memastikan perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh bank," jelasnya.

Sedangkan, terkait kasus Bank Mega, Halim menyatakan pihak bank tersebut telah membentuk rekening penampungan (escrow account) pada tanggal 25 Mei 2011. "Kenapa Bank Mega buat escrow account karena ada beberapa bank yang sudah masuk, tidak perlu menggunakan jalan escrow account,kalau ada bank lain terlibat kasus yang sama, kami minta buat escrow account juga," jelasnya.

Selain itu, Bank Mega juga menetapkan action plan yang terbagi dalam 2 lingkup perbaikan. Pertama, quick win plan, antara lain pembentukan tim tas force penerapan action plan, review kebijakan dan prosedur, penerapan prinsip know your employee, penguatan aspek kontrol, implementasi sistem whistler blower, dan anti fraud prevention dengan target waktu sampai dengan Juli 2011.

Kedua, enhancement plan, antara lain pengamanan limit finding, mengembangkan proses identifikasi dan penilaian risiko, peningkatan risk awareness, enchantment program APU/PPT, dan penyempurnaan early warning signal dengan target waktu antara Juli sampai dengan Desember 2011."Selain itu, menonaktifkan sementara seluruh pegawai yang memiliki keterlibatan langsung dengan kasus pembobolan untuk memudahkan proses investigasi," kata Halim.

Halim juga menyebutkan, kasus fraud terkenal seperti Barings Bank dan kasus pemalsuan laporan keuangan seperti yang terjadi pada Enron Corporation, perusahaan energi Amerika ternyata mirip seperti kasus yang terjadi di Indonesia. Bank sentral menilai kasus Barings Bank dan Enron yang sempat menggemparkan industri keuangan global terjadi akibat lemahnya Good Corporate Governance (GCG). "Kasus perbankan yang terkenal di dunia terjadi juga di Indonesia karena kurangnya Good Corporate Governance. Kalau kita ingat kasus Enron dan Barings Bank yang terjadi di luar, menunjukkan bahwa sangat terkait dengan tidak dilakukannya praktek GCG," ujar Halim.

Barings Bank merupakan salah satu bank tertua di London, Inggris. Namun bank tersebut akhirnya kolaps pada tahun 1995, setelah menderita kerugian hingga US$ 1,3 miliar akibat investasi spekulatif yang dilakukan karyawannya pada kontrak berjangka.

Dijelaskan Halim, kasus Barings Bank itu terjadi karena tidak adanya pembagian tanggung jawab yang merata lemahnya pengawasan internal dan kurangnya pengawasan top manajemen. "Kalau mengikuti kasus yang terjadi di Indonesia kasus tersebut juga terjadi di Indonesia. Di Indonesia sedikit banyak yang terjadi adalah belum dilakukannya pelaksanaannya SOP dan pengawasan internal secara baik. Selain itu kurangnya pengawasan puncak atau top manajemen," papar Halim.

Kalaupun saja, lanjut Halim pengawasan puncak sudah dilakukan namun tidak jarang prosedur yang sifatnya umum dan sederhana justru banyak ditemukan tidak dilaksanakan secara reguler.

Di tempat yang sama, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Indonesia (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan pada intinya bank juga menjadi korban kejahatan akibat sebuah sindikat. "Kalau sudah berbentuk sindikat itu susah. Kejahatan kerah putih yang melibatkan sindikat dan orang dalam," ujar Sigit.

BERITA TERKAIT

Batam Antisipasi Penularan Cacar Monyet dari Singapura

Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mengantisipasi penularan virus cacar monyet atau monkeypox, setelah Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan penemuan penderita…

Presiden Apresiasi Penataan Pasar dan Keindahan Taman Kumbasari Tukad Badung - Presiden Jokowi Kembali Sambangi Pasar Badung Kota Denpasar

Presiden Apresiasi Penataan Pasar dan Keindahan Taman Kumbasari Tukad Badung Presiden Jokowi Kembali Sambangi Pasar Badung Kota Denpasar NERACA Denpasar…

Pemerintah diminta Untuk Menerapkan Kembali Pungutan Ekspor Sawit

NERACA   Jakarta - Pelaku industri hilir meminta pemerintah untuk menerapkan lagi pungutan ekspor sawit untuk produk hulu dan hilir.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan sebesar enam persen pada rapat…

Investree Resmi Kantongi Izin OJK

    NERACA   Jakarta - PT Investree Radhika Jaya (Investree) sebagai pionir marketplace lending di Indonesia resmi mengantongi Izin…

Donasi Asuransi, Sun Life Berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa

    NERACA   Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa meluncurkan produk terbaru…