Profit Taking, IHSG Mulai Bergerak Konsolidasi

Rabu, 22/05/2013

NERACA

Jakarta – Penguatan indeks BEI kembali tertahan oleh aksi ambil untung investor. Alhasil, sepanjang perdagangan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi. Menutup perdagangan Selasa sore, indeks BEI ditutup melemah 26,217 poin (0,50%) ke level 5.188,759. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 5,149 poin (0,58%) ke level 878,985.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, setelah saham-saham unggulan terkena aksi ambil untung. Indeks pun harus meninggalkan level 5.200, “Sesuai ekspektasi, aksi ambil untung terhadap saham-saham yang telah mengalami kenaikan cukup signifikan membawa indeks BEI terkoreksi," katanya di Jakarta, Selasa (21/5).

Menurutnya, keadaan jenuh beli (overbought) terlihat di dalam indikator teknikal harian, namun dengan indeks BEI yang sempat mencatatkan rekor baru pada pekan ini masih tetap direkomendasikan untuk mengakumulasi saham,”Saham dengan kapitalisasi besar dan beberapa pilihan saham lapis dua dapat diperhatikan," tuturnya.

Berikutnya, dirinya memproyeksikan indeks BEI kembali balik arah dengan tren menguat. Karena itu, dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Bank rakyat Indonesia (BBRI), Kalbe Farma (KLBF), Bank Bukopin (BBKP), Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Pada perdagangan Selasa sore, hanya satu dari sembilan sektor di lantai bursa yang bisa menguat, yaitu agrikultur. Sektor-sektor lainnya melemah dengan koreksi yang cukup dalam, dipimpin sektor konsumer.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 153.453 kali pada volume 7,378 miliar lembar saham senilai Rp 7,221 triliun. Sebanyak 95 saham naik, sisanya 157 saham turun, dan 124 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia langsung jatuh ke zona merah menyusul pernyataan Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke soal prediksi ekonomi AS. Tak satu pun bursa regional yang bisa menguat. Komentar Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke soal prediksi ekonomi AS memicu aksi jual di bursa-bursa regional sehingga beberapa bursa saham jatuh ke zona merah. Bursa saham China dan Jepang berhasil ditutup positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 20.000 ke Rp 1,5 juta, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Asuransi Bina Dana (ABDA) naik Rp 400 ke Rp 3.600, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 17.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.850 ke Rp 7.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 56.300, Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 30.950, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 15.000.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 29,147 poin (0,56%) ke level 5.185,829. Sementara Indeks LQ45 turun 4,999 poin (0,57%) ke level 879,135. Saham-saham yang sudah naik tinggi mulai terkena koreksi. Aksi ambil untung marak terjadi di saham-saham unggulan, terutama di sektor tambang dan konsumer.

Koreksi ini menyeret indeks langsung jatuh ke posisi terendahnya di 5.179,168. Hanya satu sektor yang masih bertahan di zona hijau berkat aksi beli, yaitu agrikultur. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.079 kali pada volume 4,437 miliar lembar saham senilai Rp 3,936 triliun. Sebanyak 85 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 119 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 8.000, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 300 ke Rp 7.400, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 17.200, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 150 ke Rp 5.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM0 turun Rp 1.400 ke Rp 56.250, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.000 ke Rp 8.300, Indo Tambangaraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 33.400, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 31.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 10,61 poin atau 0,20% ke posisi 5.225,59, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,67 poin (0,30%) ke level 886,79, “Pada perdagangan Selasa, secara teknikal indeks BEI akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat," kata analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia.

Dia menambahkan, sentimen dari dalam negeri juga cukup positif menyusul penetapan menteri keuangan yang baru dan memberikan ekspektasi positif terhadap investasi di Indonesia."Terutama adanya wacana untuk menetapkan aturan baru yang dapat merangsang investasi," kata dia.

Sementara Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, terpilihnya Menkeu baru yakni Chatib Basri masih menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI kembali menguat, “Menkeu baru itu dinilai independen dan mendapat respon positif dari pelaku pasar,"tuturnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 54,75 poin (0,23%) ke level 23.438,28, indeks Nikkei-225 turun 8,06 poin (0,05%) ke level 15.352,75, dan Straits Times melemah 12,24 poin (0,35%) ke posisi 3.441,99. (bani)