Danai Modal Kerja, Acset Indonusa Gelar IPO - Lepas 150 Juta Lembar Saham

NERACA

Jakarta – Perusahaan jasa konstruksi, PT Acset Indonusa Tbk akan melakukan penawaran saham perdana sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau 30% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal Rp100.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (20/5). Disebutkan, penawaran perdana saham sebanyak 150 juta saham tersebut antara lain 100 juta saham merupakan saham baru, dan 50 juta saham biasa dengan masing-masing atas nama milik PT Loka Cipta Kreasi sebesar 25 juta saham dan PT Cross Plus Indonesia sebesar 25 juta saham sebagai pemegang saham.

Selain itu, perseroan melakukan program employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10% atau 15 juta saham dari jumlah saham yang ditawarkan. Nantinya, dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan antara lain untuk modal kerja sekitar 50%, sekitar 37,50% untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank International Indonesia Tbk (BII), dan sekitar 12,50% untuk belanja modal.

Dalam penawaran perdana saham ini, perseroan telah menunjuk PT Kim Eng Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sebagai informasi, perseroan mencatatkan aset mencapai Rp754,77 miliar pada 31 Desember 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp359,09 miliar. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp536,56 miliar pada 31 Desember 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp193,55 miliar.

Pendapatan usaha perseroan mencapai Rp669,90 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp429,06 miliar. Laba bersih perseroan naik menjadi Rp52,24 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp36,48 miliar. Jadwal masa penawaran umum perdana saham antara lain masa penawaran awal pada 21 Mei-3 Juni 2013, perkiraan tanggal efektif pada 12 Juni 2013, masa penawaran umum pada 14,17,dan 18 Juni 2013, penjatahan pada 20 Juni 2013, distribusi saham secara elektronik pada 21 Juni 2013, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Juni 2013.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen pernah bilang, pelaksanaan IPO tahun ini akan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Bahkan target IPO sebanyak 30 emiten tahun ini akan terealisasi, “Di 2012 lalu sampai dengan Juni sudah ada 13 perusahaan yang IPO, dan sampai dengan akhir tahun tercapai 23 emiten dari target 25 emiten.”ujarnya

Menurutnya, kondisi perekonomian dan gejolak negara yang timbul tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pasar modal. Selain itu, dibanding tahun sebelumnya, tingkat kebutuhan ekspansi usaha perusahaan di tahun 2012 sudah lebih banyak dibiayai oleh keuntungan operasional. (bani)

BERITA TERKAIT

Trimuda Tetapkan Harga Rp 150 Persaham - Bidik Dana IPO Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan yang bergerak di bidang kargo dan logistik PT Trimuda Nuansa Citra berencana untuk menjual saham ke…

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

Unilever Lepas Aset Bisnis Spreads

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), para pemegang saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…