Potensi Ikan Bisa Dideteksi Lewat Internet

Rabu, 22/05/2013

NERACA

Jakarta – Indonesia yang kaya akan sumber baharinya masih belum tergarap maksimal oleh nelayan-nelayan Indonesia. Bahkan, jika melihat keadaan nelayan Indonesia, bisa dikatakan kurang sejahtera lantaran hasil tangkapan belum maksimal. Namun begitu, PT Sisfo Indonesia berencana mengeluarkan suatu sistem yang memudahkan para nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan di laut.

Direktur Utama PT Sisfo Indonesia Nirwan Harahap menjelaskan bahwa pihaknya segera akan membuat suatu sistem yang memudahkan nelayan mendapatkan informasi mengenai ikan di dasar laut. “Nantinya kita akan siapkan sistem seperti Fish Forecasting System atau informasi yang berbasiskan ikan. Jadinya nelayan bisa mendapatkan ikan jauh lebih banyak,” ucapnya saat ditemui usai peluncuran situs RepublikInter.net di kantornya, Jakarta, Senin (20/5).

Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut akan bisa diakses lewat situs RepublikInter.net. Menurut dia, potensi ikan di laut Indonesia cukup banyak akan tetapi nelayan kurang bisa memaksimalkan karena teknologi yang cukup mahal. “Jika lewat RepublikInter.net hanya bermodal jaringan internet lalu bisa diakses walaupun di tengah laut,” ucapnya.

Guna mendukung aplikasi tersebut, Nirwan mengaku akan menambahkan beberapa tower. “Dalam satu tahun ke depan, kita berencana akan membangun 50 tower untuk mendukung aplikasi ini,” katanya. Ia mengaku untuk menambah 50 tower tidak diperlukan dana cukup banyak pasalnya tower yang digunakan tidak seperti tower aliran listrik tegangan tinggi.

Tidak hanya bisa mendeteksi keberadaan ikan dilaut, lanjut Nirwan, RepublikInter.net juga mampu mendeteksi keberadaan kapal dan pesawat yang sedang beroperasi baik di laut ataupun di udara. “Sekarang sudah hampir seluruh perusahaan minyak telah menggunakan jasa kami. Tidak lebih dari 1.000 kapal dengan 80 sumur minyak yang bisa terdeteksi di republikinter.net,” katanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto menjelaskan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan sumber daya laut secara maksimal. Tantangan pembangunan di sektor kelautan tidak hanya datang di pemerintahan, tetapi juga dihadapi dunia usaha.

Dia menjelaskan, nilai potensi yang hilang mencapai Rp20 triliun per tahun. “Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi yang ada. Jangan biarkan nilai potensi yang mencapai Rp10-20 triiun itu hilang begitu saja,” ujar Yugi.

Menurutnya, jika Indonesia serius menggarap sektor perikanan dan kelautan, diperkirakan negara kepulauan ini bisa menjadi produsen nomor satu di dunia. China yang memiliki luas perairan lebih kecil dari Indonesia sekarang sudah menjadi produsen terbesar di dunia. Sementara Indonesia hanya mampu berada di posisi ketujuh dunia.

Dilihat dari sisi business dan ekonomi, lanjut Yugi, kontribusi industri perikanan Indonesia juga masih kecil. Pada 2011, ekspor ikan Indonesia hanya mencapai US$3,34 miliar dengan luas perairan 5,88 juta kilo meter per segi. “Angka ekspor pada 2012 diperkirakan naik menjadi sekitar US$5 miliar dengan produksi 12 juta ton,” jelasnya.

Lembaga studi ternama McKinsey Global Institute, dalam laporannya The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia\'s Potential menyebutkan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu sektor utama yang akan menghantarkan Indonesia sebagai negara yang maju perekonomiannya pada 2030. Di mana pada tahun itu, ekonomi Indonesia akan menempati posisi ke-7 Ekonomi Dunia, mengalahkan Jerman dan Inggris.

Portal Terlengkap

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Sisfo Indonesia Zen Rosdy Nur menjelaskan bahwa ada beberapa konten yang ditawarkan oleh RepublikInter.net yaitu News on the map, Live Events, Weather Information, Assets Information and Monitoring, Multi Maps dan Leadership Simulation. “Kedepannya kami akan menciptakan lagi konten-konten yang menarik dan mendidik bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Zen pun berharap agar dengan dibentukanya RepublikInter.net agar masyarakat pengguna dapat menghayati betapa besar dan luasnya tanah air Indonesia yang terbentang dari Aceh sampai dengan Papua serta dapat membandingkannya dengan negara lain. Hal ini, lanjut dia, karena republikinter.net menyajikan berita informasi dengan basis peta.

“Tujuan sederhananya adalah kami ingin memberikan kemudahan dalam pencarian informasi tentang situasi terkini dari lokasi yang diinginkan serta mengetahui posisi dan sumber berita atau objek yang dicari. Selain berisikan situs berita, kata dia, informasi dan modul yang ada di republikinter.net akan menjadi sarana pembelajaran bagi para pembacanya sesuai dengan kebutuhan,” tutupnya.