BII Finance Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 8,5%

NERACA

Jakarta-PT BII Finance Center menawarkan kupon sebesar 7%- 8,5% dalam penawaran umum obligasi kedua yang dilakukan perseroan senilai Rp 1,5 triliun. Perseroan akan menggunakan dana dari hasil penerbitan obligasi tersebut diharapkan dapat mendukung modal kerja perseroan. “Setelah dikurangi biaya-biaya emisi digunakan seluruhnya untuk pendanaan modal kerja perseroan.” kata Direktur Utama BII Finance Center, Alexander di Jakarta, Senin (20/5).

Menurutnya, obligasi yang diterbitkan ini terdiri atas dua seri. Kisaran kupon Seri A untuk 36 bulan yaitu 7% - 7,75% dan Seri B untuk 60 bulan 7,75%- 8,5%. Perseroan mendapatkan peringkat AA+ (idn) Stable Outlook dari Fitch Ratings.

Dengan peringkat yang diperoleh perseroan, lanjut dia, pihaknya optimistis akan dapat menyerap investor lebih baik dibanding obligasi sebelumhya. “Kas perseroan yang kuar dan profil pembiayaan yang baik membuat peringkat obligasi yang memuaskan. Kami yakin obligasi yang kedua ini akan lebih sukses daripada yang pertama,” jelasnya.

Dia mengatakan, obligasi yang ditawarkan perseroan memiliki jaminan piutang lancar sebesar 50% dari pokok terhutang. Perseroan telah menunjuk PT RHB OSK Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Kim Eng Securities sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Untuk penerbitan obligasi ini, perseroan mendapatkan penyataan efektif dari OJK pada 7 Juni 2013, dan melakukan penawaran pada 11-13 Juni 2013. Periode bookbuilding rencanannya akan dilakukan mulai pada 20-30 Mei 2013 dan distribusi obligasi pada 18 Juni 2013 dan ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Juni 2013.

Dalam pengembangan usaha perseroan, kata dia, pada tahun ini perseroan akan memperluas jaringannya dengan membuka sebanyak-banyaknya tiga kantor cabang baru. Salah satunya, akan berada di wilayah Jakarta. Perseroan telah melakukan kerja sama dengan lebih dari dua ribu dealer. Selain dari penerbitan obligasi, perseroan juga mengandalkan pendanaan dari join financing dengan perusahaan induk. “BII memberikan plafon sebesar Rp 5 triliun. Sisanya pendanaan berasal dari bank lain.” ucapnya.

Menurutnya, pembiayaan pada tahun ini senilai Rp 8,4 triliun atau naik 40% apabila dibandingkan tahun lalu. Dari total pembiayaan tersebut, sekitar 95% diperoleh dari bisnis mobil baru sedangkan sisanya dari mobil bekas dan alat berat.

Pada tahun 2012, perseroan mencatatkan laba sekitar Rp153 miliar, di mana sebelumnya mencatatkan Rp71 miliar. Sedangkan, pendapatan usaha sebesar Rp616 miliar, naik dibandingkan tahun sebesalumnya sekitar Rp362 miliar. Sementara itu, dari sisi rasio non performing loan (NPL), BII Finance mencatatkan NPL sebesar 0,07%. Pada tahun ini, NPL ditharapkan dapat mengalami penurunan hingga 0,01%.

BERITA TERKAIT

Obligasi Indosat Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta –Penawaran obligasi yang dirilis PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo direspon pasar cukup positif yang ditandai dengan…

Analis: Momentum Tepat Rilis Obligasi - Peringkat Utang Indonesia Naik

NERACA Jakarta  - Analis pasar modal menilai bahwa sentimen dari kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service…

Pefindo Beri Peringkat AAA Obligasi NISP

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idAAA untuk obligasi berkelanjutan II OCBC NISP Tbk tahap I tahun 2016 seri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…