Penguatan IHSG Belum Beranjak

Selasa, 21/05/2013

NERACA

Jakarta – Mengawali pekan ini, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berjalan mulus dengan ditutup menguat 69 poin sehingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan kali ini didorong positifnya bursa global dan regional.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, selain sentimen positif bursa global dan regional, penguatan indeks BEI juga datang dari internal soal terpilihnya Menkeu baru, “Menkeu baru yakni Chatib Basri menambah sentimen positif bagi pasar saham domestik sehingga indeks BEI kembali menguat dan menembus rekor lagi,"katanya di Jakarta, Senin (20/5).

Dia mengatakan, masih masuknya investor asing ke pasar saham domestik dan positifnya bursa kawasan Asia juga menjadi salah satu faktor kuat bagi pergerakan saham-saham di Bursa Efek Indonesia. Hanya saham sektor pertambangan yang cenderung melemah.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan penguatan IHSG BEI cukup memukau sejumlah pelaku pasar saham di dalam negeri. Kendati demikian, lanjut dia, perlu dicermati saham-saham yang masuk dalam area jenuh beli (overbought) yang akan mendorong adanya aksi ambil untung (profit taking)."Sehingga saat ini lebih bijak menunggu daripada mengejar kenaikan yang terlampau aggresif," tuturnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak menguat melanjutkan penguatan kemarin. Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 69.293 poin (1,35%) ke level 5.214,976. Sementara Indeks LQ45 menanjak 14,106 poin (1,62%) ke level 884,134.

Indeks berhasil cetak rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya terjadi pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu di level 5.145,683 setelah naik 67,005 poin (1,32%).

Sembilan dari sepuluh sektor industri di bursa berhasil menghijau, hanya sektor tambang yang terkena koreksi jelang penutupan perdagangan akibat aksi ambil untung. Aksi beli banyak dilakukan investor lokal. Saham-saham lapis dua memimpin penguatan, terutama di sektor industri dasar dan aneka industri.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 178.971 kali pada volume 6,022 miliar lembar saham senilai Rp 7,709 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 116 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum sehingga kompak bertahan di zona hijau. Sentimen positif dari bursa global mendorong indeks terus menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 45.500 ke Rp 1,48 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 350.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.150 ke Rp 57.650, dan Mayora (MYOR) naik Rp 2.100 ke Rp 35.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GWTD) turun Rp 2.300 ke Rp 9.300, Multi Prima (LPIN) turun Rp 450 ke Rp 6.000, Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 7.800, dan Toba Pulp (INRU) turun Rp 260 ke Rp 810.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 71,451 poin (1,39%) ke level 5.217,134. Sementara Indeks LQ45 menanjak 15,028 (1,73%) ke level 885,056. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melonjak sampai lebih dari dua persen.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.940 kali pada volume 3,364 miliar lembar saham senilai Rp 3,464 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 350.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.400 ke Rp 35.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 56.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 34.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GWTD) turun Rp 2.300 ke Rp 9.300, Taisho (SQBI) turun Rp 1.000 ke Rp 238.000, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 600 ke Rp 7.050, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 150 ke Rp 6.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI di buka naik 19,26 poin atau 0,37 persen ke posisi 5.164,94, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,83 poin (0,56%) ke level 874,86.

Kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, kondisi ekonomi Indonesia yang masih kondusif menjadi salah satu faktor indeks BEI menguat. Dia menambahkan, penguatan indeks BEI diperkirakan didukung dari kenaikan sejumlah saham-saham konsumer dan tambang batubara yang kembali menguji level batas atas.

Hal senada juga dismapaikan analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan, IHSG BEI kembali bergerak menguat seiring positifnya sentimen dari bursa global dan regional.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 404,92 poin (1,75%) ke level 23.487,60, indeks Nikkei-225 naik 184,77 poin (1,22%) ke level 15.322,89, dan Straits Times melemah 0,14 poin (0,00%) ke posisi 3.449,44. (bani)