Selamatkan Margin, Wismilak Naikan Harga Jual 12% - Terjepit Kenaikan Cukai dan BBM

NERACA

Jakarta – Dampak kenaikan tarif bea cuka dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) memaksa produsen rokok harus menaikkan harga jual. Kondisi inilah yang dirasakan produsen rokok PT Wismilak Inti Makmur Tbk.

Corporate Secretary Wismilak, Surjanto Yasaputra mengatakan, kenaikan cukai rokok dan BBM mengharuskan perseroan harus menyesuaikan harga jual rokok untuk semua merek, “Rata-rata kenaikan harga jual produk Wismilak di kisaran 10%-15%,”katanya di Jakarta, Senin (20/5).

Dia mengungkapkan, perseroan sudah menaikkan harga jual sebanyak 4 kali sepanjang Januari-Maret 2013. Tentunya, kenaikan tersebut tergantung masing-masing produk. Di sebutkan, normalnya kenaikan di kisaran 12% dan pengaruh kenaikan cukai ke harga jual mencapai 4%-6%, “Untuk produk mild saja dalam tiga bulan ini sudah naik 13% harga jualnya,\\\" tuturnya.

Selain itu, perseroan bakal menambah satu unit mesin produksi rokok dan beberapa mesin produksi filter. Hal ini dilakukan, seiring produksi perseroan untuk mengekspor rokok ke Polandia dan Taiwan. Saat ini, perseroan sudah memiliki 4 mesin rokok dan tiap mesinnya memiliki kapasitas produksi 1,5 miliar batang rokok pertahun, “Sekarang posisi kita di 2,6 miliar batang. Target tahun ini 3,6 miliar batang. Hanya karena 1 mesin baru itu baru di Agustus 2013, kemungkinan tahun ini hanya sumbang 600 juta batang. Tetapi tahun depan target kapasitas produksi kita bisa 4,5 miliar batang,\\\"tandasnya.

Ekspor Ke Makau

Kata Surjanto, pada kuartal pertama tahun ini perseroan sudah ekspor ke Makau untuk penjualan filter dan kedepan beberapa negara tujuan ekspor lainnya Taiwan serta Polandia, “Untuk dua negara tersebut, pihaknya sudah mengirimkan contoh filter dan sudah disetujui. Hanya saja mereka minta kuantitinya besar,\\\"ujarnya.

Oleh karena itu, Perseroan berencana akan menambah kapasitas mesin untuk filter dari 4 mesin yang sekarang sudah beroperasi. Adapun bisnis filter Wismilak saat ini menyumbang 5% terhadap total penjualan. Kemudian dengan ekspor yang masih sangat terbuka, perseroan berharap dapat mendongkrak sumbangan filter ke total penjualan sampai 10%.

Maka untuk membiayai eskpansi, khususnya untuk penambahan mesin rokok dan filter, perseroan akan menggunakan 50% dana hasil IPO atau sebesar Rp180 miliar. Rinciannya, belanja invetasi 2013 sebesar Rp100 miliar dan 2014 sebesar Rp80 miliar, “Jadi belanja mesin itu dari dana hasil IPO. Satu mesin rokok nilainya US$ 4,5 juta atau sekitar Rp 40 miliar. Dimana satu mesin filter itu harganya sebesar US$ 1,5 juta hingga US$ 2 juta,”tuturnya.

Dia menambahkan, untuk mesin filter perseroan belum berencana menambah berapa unit lagi. Alasannya, masih dihitung kuantiti permintaan ekspor. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp1,6 triliun. Angka yang ditargetkan tersebut naik 40% dari hasil penjualan bersih 2012 yang tercatat mencapai Rp1,1 triliun.

Diharapkan, dengan kenaikan target penjualan bersih tersebut dapat mendongkrak perncapaian laba bersih Wismilak hingga akhir tahun 2013 menjadi Rp128 miliar.\\\"Tahun lalu laba kita targetkan di kisaran Rp 60 miliar, tetapi realisasinya lebih tinggi Rp 77 miliar. Tahun ini kita targetkan laba bersih Rp120 miliar. Kuartal satu sudah Rp 47 miliar,”katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…