OCBC NISP Masih Evaluasi Branchless Banking - Fokus Kuatkan 3 Sektor

NERACA

Bandung - PT Bank OCBC NISP Tbk mengaku belum akan terjun ke model bisnis branchless banking atau bank tanpa kantor cabang. Managing Director OCBC NISP, Rama P Kusumaputra, menuturkan belum siapnya perseroan di branchless banking lantaran masih fokus menguatkan penyaluran kredit sektor komersil, konsumer serta jaringan kantor cabang (kacab).

“Saat ini kita memiliki 350 kantor cabang di 62 kota di Indonesia. Inilah yang akan kita optimalkan. Untuk branchless banking, kita masih mengevaluasi prospek bisnisnya, investasi dan pembangunan infrastrukturnya,” ujar dia di Bandung, Jawa Barat, pekan lalu. Branchless banking, lanjut Rama, akan berdampak positif karena membantu peningkatan akses masyarakat terhadap lembaga keuangan, khususnya masyarakat di wilayah pelosok Indonesia yang belum mengenal perbankan.

\"Branchless banking itu kan untuk financial inclusion. Jadi fokusnya sosialisasi ke masyarakat yang belum kenal bank. Kita belum fokus ke sana, karena cost di infrastrukturnya sangat besar. Kita maksimalkan dahulu jaringan kantor cabang yang ada,” terangnya. Dalam hal penyaluran kredit, perseroan fokus pada sektor komersil, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) serta konsumer. Hal ini karena sektor UKM cukup tangguh dalam menghadapi berbagai perkembangan termasuk krisis perekonomian. Oleh karena itu, OCBC NISP terus menggenjot likuiditas kredit.

Hingga Maret 2013, OCBC NISP telah menyalurkan total kredit Rp53 triliun. \"Khusus UKM, kita masih masukkan ke sektor komersil yang porsinya sekitar 35%-40%. Sebesar 24% merupakan kredit konsumer. Tahun ini, kita menargetkan total kredit tumbuh antara 25%-30%,” ujar Rama. Terkait kantor cabang, Rama mengaku akan membuka kacab baru di tiga daerah, yaitu Jakarta, Palu Sulawesi Tengah, dan Sumatera bagian Selatan, pada tahun ini. “Investasi pembangunan satu kantor cabang sekitar Rp1 miliar. Di Palu akan dibuka di semester satu ini. Sedangkan di Jakarta dan Sumatera bagian Selatan pada semester II 2013,” jelas Rama.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) meluncurkan pilot project branchless banking di delapan provinsi yang melibatkan lima perbankan, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, dan Bank Sinar Harapan Bali. Branchless banking sendiri akan dilakukan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Pelaksanaan proyek uji coba itu akan berlangsung pada bulan Mei sampai dengan November 2013 mendatang. Selain itu, Rama P Kusumaputra juga menerangkan bahwa OCBC NISP tengah menggulirkan sejumlah program yang berkaitan dengan kewirausahaan. \"Kami memang berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan kewirausahaan. Ini sesuai dengan misi kami,\" ungkapnya.

Dapat Rp10 juta

Perseroan memberikan bekal wirausaha kepada 65 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berupa pelatihan kewirausahaan yang digelar pada 17 sampai 19 Mei 2013 pekan lalu di Bandung. \"Pembekalan yang kami berikan bagi para anak muda ini adalah untuk menumbuhkan jiwa social enterpreneur,\" papar Rama. Dia mengatakan, berbagai pelatihan terkait kewirausahaan sosial diberikan dalam bentuk pembekalan intensif bahkan praktik langsung ke sejumlah pasar. Selama dua bulan, para peserta akan didampingi oleh Markplus dan OCBC NISP.

Pemenangnya akan mendapatkan modal usaha sebesar Rp10 juta. Jika berkembang, di kemudian hari OCBC NISP bisa memberikan kredit modal kerja. Menurut Rama, hal tersebut untuk memberikan pelajaran kepada peserta pelatihan terkait berbagai hal di antaranya mengenai bagaimana melihat peluang usaha, membangun kepercayaan, menciptakan kemandirian, dan ketekunan dalam berusaha.

\"Peserta diharapkan dapat bertambah pengetahuannya dan semakin terpacu untuk menerapkan ide-ide bisnis inovatif, yang kelak tidak hanya akan mendatangkan keuntungan untuk diri sendiri, namun juga untuk masyarakat sekitar,\" ujar Rama. Sebagai kelanjutan dari pelatihan tersebut, ide usaha dari peserta akan dilombakan dalam ajang kompetisi wirausaha. [ardi]

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Sumbang 74 Persen, Ekspor Produk Manufaktur Tercatat Tertinggi

NERACA Jakarta – Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik…

Pasar Properti Masih Tertekan - Intiland Pilih Kerjasama Kembangkan Proyek Maja

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan properti di Maja, Banten, seperti yang sudah dilakukan PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) menjadi daya…

Dunia Usaha - Pasar Masih Potensial, Pertumbuhan Industri Kacamata Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri kacamata di dalam negeri melalui peningkatan investasi. Di samping itu juga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

Genjot Kredit KKB, BCA Autoshow Digelar

    NERACA   Jakarta - Inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan…

Lewat LinkAja, BNI Syariah Incar Fee Based Naik 52%

    NERACA   Jakarta - PT. BNI Syariah mengincar pendapatan berbasis komisi dapat meningkat hingga 52 persen menjadi Rp115…