Perkuat SDM, Jamsostek akan Rekrut Ratusan Karyawan

NERACA

Medan - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) (Persero) akan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menambah sekitar 400 sampai 500 orang seiring langkahnya menjadi Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berkelas dunia.

“Kalau secara kuantitas kita menambah jumlah SDM. Dalam tahun ini sekitar 400 sampai 500 orang akan kita rekrut,” kata Direktur Umum dan SDM PT Jamsostek Amri Yusuf, disela acara Jamsostek Goes To Society di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/5) pekan lalu.

Menurut Amri, penambahan jumlah SDM seiring pengembangan kantor wilayah dan kantor cabang PT Jamsostek di sejumlah provinsi. “Penambahan jumlah SDM akan dilakukan setiap tahun karena pengembangan Kanwil dan Cabang juga bertahap. Jadi kita rekrut sesuai kebutuhan,” jelas dia.

Amri menambahkan, selain penambahan jumlah, penguatan SDM di PT Jamsostek juga dilakukan dengan meningkatkan kualitasnya. Langkah tersebut dilakukan dengan mengintensifkan program pelatihan human capital. “Kami akan mengirimkan karyawan Jamsostek belajar ke luar negeri. Tahun ini baru 10 orang. Tahun depan jumlahnya akan ditambah,” terang Amri.

Negara yang dipilih untuk belajar tersebut, sambung Amri, memiliki kualifikasi agar karyawan tersebut bisa memberikan nilai tambah besar pada Jamsostek. Namun, imbuha Amri, peningkatan sumber daya manusia secara kuantitas dan kualitas itu berimbas pada peningkatan anggaran.

Oleh sebab itu, dia mengaku sudah meminta ijin kepada share holder untuk memperbesar anggaran dalam upaya memperkuat tenaga SDM.

JGTS Sukses

Dalam kesempatan itu, Amri juga mengutarakan, edukasi dan sosialisasi program Jaminan Sosial Tenaga Kerja ke masyarakat dalam bentuk “Jamsostek Goes To Society” telah mendorong penambahan jumlah peserta.

“Di beberapa kota yang telah diselenggarakan Jamsostek Goes To Society menunjukan adanya penambahan jumlah peserta sekitar 2 sampai 3 persen,” ujarnya. Menurut Amri, sampai April 2013, target penambahan jumlah peserta dimana JGTS diselenggarakan, sudah melampaui target.

Amri menyebut, JGTS merupakan upaya mengenalkan program jaminan sosial ke masyarakat. Sejauh ini, lanjutnya, masih banyak masyarakat pekerja yang belum tahu tentang program jaminan sosial.

“Program ini sebenarnya merupakan perlindungan sosial terhadap para pekerja. Dan itu merupakan hak mereka,” jelasnya. Menurut dia, program jaminan sosial merupakan upaya untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko. [kam]

BERITA TERKAIT

Wali Kota Depok: Pengembangan SDM Perlu Bertumpu Pada Keluarga

Wali Kota Depok: Pengembangan SDM Perlu Bertumpu Pada Keluarga   NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris menegaskan pengembangan sumber…

LPS Perkuat Mekanisme Penanganan Bank Gagal

    NERACA   Jakarta - Sumber-sumber ketidakpastian ekonomi global semakin beragam saat ini dan risiko gangguan stabilitas terhadap sistem…

Kebijakan Diskon Rokok Dinilai Hambat Visi Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia memiliki visi membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga dapat menjadi pondasi dalam meningkatkan perekonomian…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Fintech Bakal Luncurkan Kode Etik

    NERACA   Jakarta - Tiga asosiasi di industri fintech yakni Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), bersama dengan Asosiasi Fintech…

Tingkatkan Akses Asuransi Syariah, FWD Life Gandeng K-Link

    NERACA   Jakarta - PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menandatangani perjanjian kerja sama dengan K-Link Indonesia (K-Link),…

Berjuang ala CIMB Niaga untuk Melayani Indonesia

    NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Tigor M Siahaan menegaskan, sejarah adalah bagian…