Kinerja Emiten Jadi Pemicu Pertumbuhan IHSG - Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 5.020 Triliun

NERACA

Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir pekan kemarin menembus level 5.145.68 point menjadi pemicu kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus Rp5.020 triliun pada perdagangan saham Jumat akhir pekan.

Analis PT Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, kapitalisasi pasar saham terus naik didorong dari pelaku pasar masih mempercayai pertumbuhan kinerja emiten di BEI terutama berbasis domestik, “Selain itu, permintaan domestik masih tetap terjaga sehingga diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk kinerje emiten,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dirinya menilai, pelaku pasar sementara mengesampingkan kondisi makro yang kurang baik seperti neraca berjalan turun dan pertumbuhan ekonomi melemah. Soal rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), kata Reza, pelaku pasar sudah siap dengan kenaikan harga BBM bersubsidi karena dampaknya pengaruhnya ke bursa tidak signifikan.

Sementara itu, Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan, suku bunga acuan/BI Rate yang tetap dipertahankan di level 5,75% memberikan sentimen positif untuk bursa saham. BI rate tetap di level 5,75% memberikan sentimen positif untuk sektor saham perbankan dan properti.

Selain itu, kenaikan kapitalisasi pasar saham yang mencapai Rp5.020 triliun, menurut David, hal itu ditunjang dari aksi beli oleh investor domestik. Apalagi sektor saham pertambangan juga mulai naik seiring cum dividen. \"IHSG masih ada rawan koreksi. Asing masih terus jualan, dan belum ada tanda terus melakukan aksi beli yang besar. Ini juga patut dicermati. Investor domestik pun memanfaatkan momentum untuk membeli saham yang dijual oleh asing,\" kata David.

Sebagai informasi, saat ini rata-rata transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp6,47 triliun. Nilai rata-rata transaksi ini telah melampaui target transaksi harian saham BEI sebesar Rp5,5 triliun pada 2013.

Direktur Perdagangan BEI, Samsul Hidayat mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan transaksi harian saham pada 2013. Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil. Kedua, laba emiten stabil mendorong para pelaku pasar tertarik dengan saham-saham di bursa saham Indonesia. Apalagi di negara lain, kondisi perekonomiannya belum pulih. Ketiga, jam perdagangan yang dimajukan setengah jam dengan pembukaan pukul 9.00 WIB mendorong kenaikan transaksi harian saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…