Tambah Modal, Bank Windu Gelar Right Issue

NERACA

Jakarta – Tingkatkan modal, PT Bank Windu Kentjana International Tbk (MCOR) akan melakukan penawaran saham umum terbatas (rights issue) pada semester II tahun ini, “Rencana rights issue diperlukan untuk meningkatkan modal inti perseroan yang saat ini berjumlah Rp 760 miliar menjadi Rp 1 triliun menjelang akhir tahun 2013, “kata Direktur Utama Bank Windu, Louis Sudarmana di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dirinya menuturkan, penambahan modal melalui right issue dimaksudkan untuk meningkatkan permodalan inti dari BUKU I menjadi Buku II pada tahun 2014. Dia menyatakan bahwa BUKU II ini, selain sebagai keinginan perseroan, juga menjadi salah satu syarat dari Bank Indonesia (BI) dalam melakukan operasional yang lebih dari sekarang.

Lanjutnya, penambahan modal lewat rights issue sengaja dilakukan pada semester II untuk menunjang kebutuhan permodalan tahun berikutnya, “Mengenai target pendapatan dari right issue itu kami belum bisa memperkirakan pastinya. Intinya bisa mengejar syarat modal inti yang diperlukan,\"ujarnya.

Tahun ini, perseroan belum berencana menambah permodalan selain dari right issue. Alasannya, ekuitas perseroan saat ini masih cukup untuk mendukung target kinerja tahun ini.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan total kredit baru Rp 975 miliar dengan pertumbuhan dana pihak ketiga Rp 1,2 triliun serta laba sebelum pajak Rp 123 miliar. Sementara untuk belanja modal dianggarkan sebesar Rp 3 miliar. Dimana sekitar 3% akan digunakan untuk pengembangan IT dan infrastruktur. (nurul)

BERITA TERKAIT

Indonesia Akan Gelar Kongres Notaris Dunia

Indonesia Akan Gelar Kongres Notaris Dunia NERACA Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PPINI) Tri Firdaus Akbarsyah…

PRODUK UKM TERKENDALA MODAL DAN PEMASARAN

Perajin menyelesaikan proses pengecatan guci hias berbahan baku semen di salah satu tempat produk kerajinan usaha kecil menengah (UKM) Desa…

Disarankan Tambah Insentif untuk Dorong Ekspor Perhiasan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyatakan saat ini masih diperlukan beragam insentif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…