Ciputra Catatkan Pra Penjualan Rp3,5 Triliun

Senin, 20/05/2013

NERACA

Jakarta-PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan pra penjualan (marketing sales) hingga April 2013 sekitar Rp3,5 triliun. Jumlah tersebut sebagian besar dikontribusikan dari proyek perumahan yang digarap perseroan di beberapa wilayah Indonesia. “Proyek perumahan cukup bagus di seluruh Indonesia. Kontribusi terbesar untuk marketing sales dari proyek perumahan di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar,” kata Direktur PT Ciputra Development Tbk, Tulus Santosa di Jakarta kemarin.

Menurutnya, pencapaian tersebut juga didukung meningkatnya kebutuhan tempat tinggal dan daya beli masyarakat saat ini. Daya beli masyarakat yang meningkat membuat pembayaran properti oleh konsumen sekitar 50% dengan kas dan 50% menggunakan kredit perumahan rakyat (KPR).

Dirinya menilai, adanya regulasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan loan to value (LTV) sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor properti. Namun, untuk saat ini konsumen lebih memilih kredit perumahan maksimum 10 tahun, dari sebelumnya 15 tahun.

Terkait harga unit rumah yang akan dibangun tersebut, lanjut dia, belum dapat disebutkan karena perseroan masih menunggu kepastian terkait kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan ditetapkan pemerintah. "Mungkin sekitar Rp1 miliar. Tetapi itu masih bergantung dari keputusan pemerintah soal BBM subsidi. Pemerintah tak pasti, kita juga tak pasti untuk menentukan harga,” jelasnya.

Disebutkan Tulus, pada tahun ini perseroan sedang mempersiapkan infrastruktur untuk membangun 50 unit rumah di Sawangan, Depok. Luas lahan dalam proyek pembangunan perumahan tersebut ditaksir mencapai 12 hektar. Dalam proyek ini perseroan akan menggandeng mitra lokal untuk bekerja sama. “Kami bekerja sama dengan partner lokal untuk menggarap perumahan tersebut. Saat ini masih dalam tahap persiapan infrastruktur,”ungkapnya.

Pembangunan perumahan ini, kata dia, membutuhkan waktu lebih kurang tiga tahun. Untuk proyek ini perseroan menginvestasikan dana sekitar Rp50 miliar yang bersumber dari kas internal.

Selain membangun proyek perumahan di wilayah tersebut, pada semester pertama tahun ini perseroan akan meluncurkan beberapa proyek perumahan. “Lokasi proyek perumahan itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Cirebon, Batam, dan Makassar.” ujarnya.

Sampai dengan saat ini, total belanja modal yang telah digunakan perseroan mencapai Rp500 miliar. Dana belanja modal tersebut antara lain digunakan untuk proyek Ciputra World 1 dan 2. Dengan beberapa proyek yang dikerjakan perseroan, target marketing sales hingga akhir tahun diharapkan dapat mencapai Rp10 triliun.

Saat ditanya mengenai pengaruh tahun politik mulai 2013 ini, Tulus menambahkan, tahun politik belum akan berpengaruh terhadap properti. Meski demikian, pihaknya optimis penjualan properti masih bagus meski masuk tahun pemilihan umum (pemilu).

(lia)