Kementerian PU Siapkan Program Kompensasi - Kenaikan Harga BBM

NERACA

Surabaya - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan sejumlah program sebagai bentuk kompensasi kepada masyarakat atas pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Program-program tersebut di antaranya Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan infrastruktur Permukiman (P4-IP).

Dalam program ini, masyarakat miskin di 2.450 desa, dengan tingkat kemiskinan di atas 50%, akan menerima bantuan sebesar Rp350 juta/desa. Selanjutnya masyarakat miskin di 1.200 kelurahan, dengan tingkat kemiskinan di atas 40%, akan mendapatkan bantuan Rp350 juta/desa.

“Masyarakat miskin di 6.040 desa penerima program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) regular 2013 juga akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp100 juta/desa,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat memberikan sambutan dalam acara Media Briefing 2013 di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Djoko juga mengatakan program lainnya juga sudah disiapkan adalah Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (P4-SPAM) dan Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-SDA). Untuk program P4-SDA, Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan pembangunan serta rehabilitasi sarana dan prasarana penyedia air baku sebesar 5.02 meter kubik/detik di 27 provinsi untuk masyarakat miskin di daerah rawan air.

Selain itu, juga akan diberikan dukungan layanan irigasi dan rawa seluas 140.803 hektar, serta pembangunan 111 embung di 26 provinsi untuk masyarakat miskin di pedesaan.“Untuk masyarakat miskin yang tinggal di kampung nelayan, kami akan melakukan pembangunan pengamanan pantai dan normalisasi sungai di dua provinsi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Djoko juga menjelaskan, strategi dan kebijakan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum sampai dengan tahun 2014 diarahkan untuk mendukung prioritas dan pencapaian sasaran strategis nasional dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta peningkatan kualitas lingkungan.

Pertama, peningkatan konektivitas dan aksesibiltas serta memperlancar arus barang dan penumpang melalui pembangunan jalan nasional (termasuk jalan tol) dan pembinaan jalan serta jembatan daerah, peningkatan kapasitas, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jalan secara berkelanjutan.

“Kemudian selanjutnya, mendukung terwujudnya ketahanan pangan melalui pendayagunaan air untuk peningkatan fungsi dan rehabilitasi irigasi, rawa dan tambak, termasuk pembinaan irigasi daerah,” ujarnya.Lebih lanjut Djoko menuturkan, hal yang Ketiga adalah pembangunan berbasis masyarakat dalam meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana dasar terutama peningkatan akses air minum yang aman, sanitasi, dann berkurangnya kawasan kumuh sesuai prioritas MDG\'s 2015, dukungan terhadap kawasan perbatasan, terpencil, terisolir, peningkatan tertib dan penataan bangunan serta lingkungan.

Keempat, mendorong pembangunan wilayah berbasis penataan ruang, terwujudnya tertib penataan ruang, dan peningkatan kualitas lingkungan dalam mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Mendorong pelaksanaan adaptasi dan antisipasi perubahan iklim, pembangunan kota hijau guna mengurangi resiko makin buruknya lingkungan hidup.

“Mendorong pembinaan pembangunan kontruksi hijau dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dan bangunan gedung yang ramah lingkungan, mendorong penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan umum untuk meningkatkan rekayasa teknologi dalam mewujudkan efisiensi pelaksanaanpembangunan dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya untuk mendukung pelaksanaan ekonomi hijau,” tandasnya. [mohar]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM - Industri Kecil dan Menengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up

2018, LPDB Siapkan Rp100 M Untuk Bisnis Start Up NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…