Investasi Terbesar Jasa Marga di Jawa Timur

4 Proyek Bernilai Rp8 Triliun

Senin, 20/05/2013

NERACA

Surabaya - Investasi PT Jasa Marga Tbk di Jawa Timur merupakan investasi terbesar dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia saat ini. Pada tahun ini, ada tiga proyek jalan tol baru dan satu proyek jalan tol pengganti dengan nilai investasi sekitar Rp8 triliun. Atau sekitar 52% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur 2013 yang angkanya sebesar Rp15,3 triliun.

“Keempat proyek tol tersebut adalah Jalan Tol Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Surabaya-Mojokerto dan Relokasi Jalan Tol Porong-Gempol,” kata Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi HS di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Abdul Hadi mengatakan keseriusan Jasa Marga dengan melakukan investasi sebesar ini tentunya bukan karena hitungan bisnis semata. Namun juga karena keinginan Jasa Marga untuk membangkitkan kembali perekonomian di Jawa Timur setelah kejadian terputusnya Jalan Tol dari Porong ke Gempol akibat luapan lumpur Lapindo pada tahun 2006 lalu.

“Kami yakin dengan selesainya seluruh ruas tol yang kita bangun, perekonomian Jawa Timur akan meningkat. Jalur ekonomi antara Surabaya dengan kota-kota di selatan seperti Pandaan dan Malang, juga daerah di timur seperti Probolinggo, Pasuruan, sampai Banyuwangi, akan semakin lancar,” jelas Abdul Hadi.

Dia melanjutkan, multiflier effect keberadaan jalan tol juga sudah dirasakan masyarakat yang wilayahnya dilintasi jalan tol. Hal ini bisa dilihat perkembangan luar biasa di daerah Bekasi, Cikarang, Karawang sampai dengan Purwakarta. Bahkan roda ekonomi Bandung semakin cepat berputar karena adanya Jalan Tol Cipularang.

“Arus barang dan penumpang dari daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Cileunyi ke Jakarta pun semakin cepat,” tambahnya.

Kondisi ini pun bisa terjadi di wilayah Jawa Timur, menurut Abdul Hadi, apabila keempat ruas tol ini telah selesai, daerah-daerah yang dilintasi pun akan semakin berkembang. Surabaya-Bromo yang biasanya memakan waktu 3-4 jam, bisa menjadi 1,5-2 jam. Begitu juga kota-kota lainnya yang terhubung dengan keempat ruas tol tersebut. “Arus penumpang dan barang akan semakin meningkat, sehingga akan semakin banyak pengusaha dan masyarakat yang diuntungkan dengan adanya jalan tol ini,” tegasnya.

Dia pun menjelaskan dampak positif pembangunan jalan tol, bukan hanya ketika jalan tol tersebut selesai dibangun dan dioperasikan, tetapi pada saat pembangunan pun sudah memberikan manfaat bagi banyak pihak. Ribuan tenaga kerja akan terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan jalan tol ini. Industri yangb berkaitan dengan kebutuhan material jalan tol, seperti semen atau besi, juga akan semakin meningkat.

“Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pasir pun melibatkan banyak pekerja, mulai dari penambangan pasir sampai dengan pembongkaran di loaksi proyek,” tuturnya.

Yang lebih membanggakan, kata Abdul Hadi, bahwa seluruh material dan tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan jalan tol semuanya berasal dari dalam negeri. “Tidak ada campur tangan asing dalam pembangunan jalan tol,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat keberadaan jalan tol benar-benar dirasakan oleh masyarakat di negeri sendiri.

Oleh karena itu, Abdul Hadi menuturkan Jasa Marga memerlukan dukungan berbagai pihak untuk dapat menyelesaikan seluruh pembangunan jalan tol ini pada tepat waktu. Khususnya di bidang pengadaaan lahan. Karena kendala utama dalam pembangunan jalan tol adalah masalah lahan. Jika masalah lahan dapat diselesaikan sesuai jadwal, tentunya Jasa Marga dapat meyelesaikan pembangunan jalan tol dengan segera. “Hal ini dapat dilihat pada pembanguna jalan tol Nsuadua-Ngurah Rai- Benoa, yang progresnya bisa sesuai jadwal karena tidak ada kendala lain,” tandasnya.

Menurut dia, permasalahan utama dalam pembangunan jalan tol adalah masalah lahan. Namun, dirinya yakin bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. “Meskipun domain pembebasan tanah itu bukan di Jasa Marga, tetapi kami secara pro aktif membantu Tim Pembebasan Tanah untuk dapat segera menyelesaikan pekerjaan itu,” ujarnya.

Abdul Hadi menjelaskan progres dari empat jalan tol yang sedang dibangun Jasa Marga di Jawa Timur bervariasi. Sampai dengan bulan April lalu, proyek Jalan Gempol-Pandaan sudah mencapai 99,03% dan Gempol-Pasuruan untuk Ruas Gempol-Rembang sudah mencapai 82%. sedangkan untuk Jalan Tol Surabaya-Mojokerto secara rata-rata sudah mencapai 61%. Hal ini terjadi karena ada seksi yang pembebasan lahannya baru mencapai 35%, yaitu Seksi II yang menghubungkan waru ke Driyorejo. “Sedangkan seksi lainnya rata-rata sudah di atas 50%. Bahkan untuk IA (Waru-Sepanjang) pembebasan lahannya sudah mencapai 99,95%,” tambahnya. [mohar]